23 September 2011

Dear Mom,

Dear Mom,

Kakla menangis bukan karna putus cinta, ma. Kakla menangis karna teringat mama saat melihat foto-foto mama. Kakla menangis karna membayangkan betapa kangennya kakla sama mama. Suara, bau, senyuman, dekapan, perhatian, tatapan, omelan, dan kesabaran mama. Kakla hanya ingin memeluk mama dan menangis sepuasnya.

Entahlah. Kakla agak mellow akhir-akhir ini. Ini aja kakla nulis sambil menangis. Mungkin karna dalam waktu dekat ini kakla mau diwisuda, ma. Dan mama tidak ada. Rasanya ada yang kurang. Sangat kurang.

Ingin sekali rasanya kakla memamerkan kepada mama, "Ma, putrimu sudah sarjana. Kakla berhasil menyelesaikan kuliah dengan baik. Akhirnya kuliah kakla selama 4 tahun gak sia-sia ma. Mama lihat kan? Kakla bisa tetap survive sepeninggal mama.."

Inget gak ma, dulu mama nemenin kakla ngurusin urusan kampus. Kakla gak lolos UMPTN, mama gak marah. Mama nemenin kakla buat daftar ke swasta. Tapi mama tetep ngasih dukungan buat nyoba ke PTN. Mama ikut bercapek-capek ria. Mama mendoakan kakla siang dan malam tanpa henti supaya kakla keterima di PTN. Mama juga ikutan nongkrong di warnet sampe tengah malem untuk nemenin kakla nungguin pengumuman lolos enggaknya tes UMDES. Dan ternyata doa mama terkabul. Kakla keterima di Desain Produk Industri ITS :)

Tapi selang beberapa bulan kakla kuliah, ternyata mama harus meninggalkan kami semua. Rupanya Tuhan lebih sayang sama mama. Makanya Tuhan memanggil mama. Rasanya kayak gak percaya gitu ma. Cepat sekali. Mama belum lihat kakla di wisuda, mama belum melihat kakla kalau nanti menikah, dan lain-lainnya.

Tapi, Alhamdulillah ma.. Kita semua tidak larut dalam kesedihan terus menerus. Life must go on. Kakla cuman takut enggak kuat menahan tangis ketika wisuda nanti. Bukan terharu, tapi ingat mama. Sungguh, ingin sekali rasanya melihat mama tersenyum bangga pada saat wisuda nanti. Pengen foto bareng sekeluarga juga ma. Ada mama disitu tersenyum bangga dan bahagia..




Ma, besok hari Minggu, kakla diwisuda. Mama datang ya maa.. lihat kakla diwisuda :)
Sampai ketemu hari Minggu nanti maaa! :D


with Love,
Kakla

*Kakla adalah nama panggilan saya ketika dirumah

16 September 2011

True story about my parents :')

Menurut saya sih cerita ini sangat mengena ya. Mungkin karena orangtua saya sendiri yang mengalami. Jadi lebih kerasa gitu. Ini sebenarnya cerita gimana orangtua saya ketemu. Saya suka kisahnya. Ini menunjukkan kalau memang JoHan, Jodoh di tangan Tuhan. Hehehe.

Saya tau cerita ini dari nenek saya (ibunya ibu saya). Saya yang nanya gimana sih proses ketemunya papa sama mama.

***

Ayah dan ibu saya sama sekali tidak saling mengenal sebelumnya walaupun sempat tinggal di satu kota yang sama, Pamekasan-Madura. Tapi ibu saya pindah ke Surabaya saat masih kecil. Jadi ya memang tidak saling kenal.

Ayah saya adalah Don Juan pada masa mudanya. Dengan paras yang tampan dan tingkah laku yang supel dan humoris, tidak salah jika banyak teman-teman wanita beliau yang mendekat. Yap, ayah saya terkenal pacarnya banyak pada masa mudanya. Dan itu ditegaskan berkali-kali oleh saudara-saudara ayah saya. Hahaha.. iya-iyaa om tantee.. Dila percaya :)))

Rupanya ibu saya tidak jauh berbeda. Maksudnya, bukan pacarnya banyak juga. Tapi yang naksir banyak. Beliau merupakan seorang pribadi yang ramah, seorang penyiar radio dan penyanyi cilik pada eranya. Sering nyanyi di TVRI Surabaya kata nenek (aku juga jago nyanyi ma! di tempat karaokean tapi. ehehehek ~)
Beliau aktif juga pada setiap acara kampus, pintar dan berprestasi. Komplit lah pokoknya! (engh... beda banget sama gueh -__-" )

***

Ayah saat itu mengambil pendidikan di IPB Bogor dan ibu di UNAIR Surabaya. Dari situ saja sudah dapat dilihat bahwa tidak mungkin mereka bisa saling mengenal kecuali dengan campur tangan dari Tuhan. Dan yaa, yang namanya jodoh gak bakal lari kemana ya.

Setelah lulus, ayah mengambil pekerjaan yang mengharuskan beliau untuk keluar pulau Jawa. Lebih tepatnya ke pulau Sumatera. Kakek (bapaknya ayah saya) sempat ketakutan. Takut kalau ayah mendapat istri dari bukan orang Jawa. Katanya takut gak pulang-pulang (emangnya dulu udah ada lagunya Bang Toyib ya? gak pulang-pulang. teheeehee~). Lalu keluarga ayah berinisiatif untuk mencarikan ayah seorang istri orang Jawa.

Nah, salah satu kerabat ayah mencetuskan ide untuk mengenalkan ibu ke ayah. Jadi ceritanya begini, kerabat ibu saya yang berada di Pamekasan kenal dengan kerabat ayah yang di Pamekasan juga. Alhasil, setelah ibu ditanya apakah mau dikenalkan, ibu hanya menjawab, "Ya, gak papa. Toh hanya berkenalan kan. Berteman. Apa salahnya menambah teman." (jawaban yg sangat diplomatis mama! :* )

Kerabat ibu saya lalu mengirimkan foto ibu ke ayah yang saat itu berada di Medan. Pada saat itu, nenek (ibunya ibu saya) bertanya kepada ibu apakah beliau yakin? Medan itu jauh. Medan itu pelosok pulau (pada masa itu, infrastrukturnya belum sebagus sekarang). Ibu saya hanya menjawab, "Ya kalau dia memang jodohku, ya tidak apa-apa."

Pada suatu malam, ibu bermimpi. Kata nenek, mimpi ibu bercerita kalau beliau bertemu dengan seorang pria. Beliau tidak tau dan tidak mengenal siapa pria itu. Beliau tidak pernah bertemu dengan pria tersebut sebelumnya.

Beberapa hari kemudian, datanglah surat balasan dari ayah. Ayah mau dan ingin mengenal ibu lebih lanjut. Di surat tersebut terdapat pula foto ayah. Dan pada saat ibu melihat foto ayah, beliau kaget. Pria dalam mimpinya itu sama persis dengan foto ayah. Subhanallah! :')

Ibu yakin ayah adalah jodoh untuk ibu. Begitu juga dengan ayah. Pada suatu hari, ayah pergi ke Jawa dan mengunjungi ibu. Niatnya hanya bersilahturahmi dan berkenalan lebih lanjut. Namun kakek (bapaknya ayah saya) dan beberapa kerabat ayah ingin segera disahkan alias dinikahkan. Hahaha.. Jadinya, beberapa hari ayah mengambil cuti dari pekerjaan untuk menikah dengan ibu. Ayah dan ibu memang sudah merasa bahwa mereka berjodoh. Perkenalan hanya melalui surat, foto dan insting. Hehehe..


"Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat: 49)

15 September 2011

Happy Ied Mubarak 1432 H



Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali

*alesan hehe :p


Hai readers! Minal aidzin wal faidzin yaak! Selamat hari Raya Idul Fitri.
Semoga kita semua kembali kepada kondisi yang fitri :)
Maafkan saya yaa kalau saya punya salah kata, penulisan, tata bahasa, foto-foto yang gak jelas, dan apapun lah itu. Maafkan juga karena saya vakum cukup lama.

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum