10 November 2012

Sunday Morning (3)




Ini nih part yang paling saya suka selama di Bali kemarin. Masih dengan gerombolan siberat (minus Bela-Edo) dan ketambahan Dede yang pada saat itu sedang libur. Acara hari itu kita berencana bersepeda di Sanur. Pagi-pagi kami sudah bersiap-siap. Kaos yang nyaman, kacamata hitam, dan kamera. Semua siap! :D




Kami start dari Bali Deli Sanur. Berjalan kaki melewati jalan pintas hingga akhirnya sampai di pantai Sanur. Tidak seberapa jauh dari situ, kami menyewa sepeda. Dan mulailah kami berjalan-jalan dengan mengendarai sepeda.

Saya terinspirasi sekali dengan Andien di video klipnya "Moving On". Travelling sendiri menikmati hari yang cerah, sambil mendengarkan musik, merekam semua hal yang ada dan bersepeda. Ahhh nikmatnyaaa~


Alhasil, saya selalu berada di urutan terbelakang dari rombongan. Saya terlalu menikmati bersepeda sendiri, tersenyum melihat keindahan alam yang Tuhan ciptakan, menyaksikan bule-bule yang berlalu lalang, bersenandung kecil sambil berhenti sesekali untuk memotret hal-hal yang menarik :)

Hari mulai siang dan mulai banyak bule-bule yang berbaring menjemur badan mereka. Saya masih asyik dengan sepeda dan kamera. Rute cukup panjang. Dimulai dari tengah menuju pucuk lalu berbalik arah ke arah pucuk lainnya. Saya mah seneng-seneng aja. Walaupun kaki dan tangan mulai berwarma belang, tetep bersenandung sambil memotret hehe :p





si doggy-nya berjemur :))











Lovely kids!















 


Iklan sepatu ;p

Kesederhanan dan kebersamaan ini sangat saya nikmati betul-betul. Saya memang cenderung lebih menyukai liburan alam daripada shopping. Yaa bukan berarti saya anti belanja ya. Biasanya belanja oleh-oleh selalu saya letakkan di akhir liburan. 

Saat itu, Pantai Sanur lumayan padat dengan keluarga-keluarga yang sedang liburan. Maklum, sedang weekend, jadi tempat rekreasi cukup padat. Dengan cuaca yang cerah, langit biru, pasir putih pantai, dan laut yang tenang serta kostum kami (yang tidak sengaja) berwarna-warni, rasanya sayang sekali kalau tidak diabadikan hehehe :p

entah apa maksud saya bergaya seperti itu -.-"



my favorite photo's! ♥
 
  
 
 

  
 We love to jumping. Jump here, jump there, just jump almost everywhere! Jump! Jump! Jump! :D




 

nge-Levitasi

 Setelah kami puas bersepeda dan foto-foto, kami balik ke Bali Deli. Kebetulan orang tua Dika adalah salah satu owner dari Bali Deli. Jadi, disitulah kami beristirahat makan dan minum *mamacih Dika, Nindy, Tante atas jamuannya yang menyenangkan :) 
Tepat pada saat kami sedang beristirahat, ada 2 rombongan keluarga yang sedang melakukan arak-arakan Ngaben. Wahh, baru kali itu saya melihat arak-arakan Ngaben :)








another favorite photo's ♥ 

love the colors! ♥ 



Arak-arakan Ngaben


???!!!

30 Oktober 2012

I'm Into Something Good :)



(sumber: Pinterest)
 
Woke up this morning feeling fine
There's something special on my mind
Last night I met a new boy in the neighborhood
Oh yeah
Something tells I'm into something good

He's the kind of boy who's not too shy
And I cant help but tell him he's my guy
He danced close to me like I hoped he would
Something tells me I'm into something good

We only danced for a minute or two
But then be stuck close to me the whole night through
Can I be falling in love
He's everything I've been dreaming of

He walked me home and he held my hand
I knew it couldn't just a one night stand
And he asked to see me next week
And I told him I could
Something tells me I'm into something good
Something tells me I'm into something good

He walked me home and he held my hand
I knew it couldn't just a one night stand
And he asked to see me next week
And I told him I could
Something tells me I'm into something good
Something tells me I'm into something good
Something tells me I'm into something good
Something tells me I'm into something good

(thanks for The Bird and The Bee who created this song)

19 Oktober 2012

Tentang Sebuah Mimpi

Saya terinspirasi untuk menulis impian saya bersama pasangan kelak setelah membaca tulisannya Journal Kichan. Sebelumnya semuanya hanya ada dalam otak dan rasanya ada perasaan malu jika disharingkan di sini. 

Tapi kata salah satu teman saya, justru ketika menuliskan di blog dan dibaca orang banyak, pasti akan ada beberapa yang meng-Amin-i. Semakin cepat terkabul, bukan. Hmm.. iya juga sih. Yaa, setidaknya akan banyak yang ikut meng-Amin-i :)

***

Saya adalah seseorang yang addict dengan travelling. Menurut saya, romantis adalah punya pasangan yang sama-sama hobi travelling. Hehehe :p

Saya bermimpi saya dan pasangan akan berpetualang mendaki gunung. Setidaknya ortu akan tenang karena bepergian dengan suami hahaha. Kami berkemah dan bermalam di Ranu Kumbolo. Dan menikmati indahnya matahari pagi Ranu Kumbolo sambil menyesap coklat hangat. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Mahameru, Puncak dari Semeru. Bersusah-susah bersama, mendaki bersama. Dan saya pasti akan menangis terharu ketika sudah sampai di puncak. Bergidik merinding melihat keindahan alam yang Tuhan ciptakan. Berucap syukur dan berdecak kagum dengan suami. Indahnyaa :)

Saya lebih senang bepergian ala backpacker. Saya ingin menamatkan seluruh pelosok di negeri ini. Mulai dari Aceh dengan Tugu Nol Kilometer di Sabang hingga Raja Ampat di Papua yang sangat indah sekali. Menaiki kereta api, melihat hamparan sawah sambil bersandar di pundak suami. Nyasar bersama saat mengendarai sepeda motor berkeliling di Bali. Jalan kaki bergandengan tangan menikmati pantai di Bangka Belitung. Menemukan semua keindahan yang Tuhan ciptakan bersama pasangan.

Saya juga bermimpi, di suatu hari minggu yang senggang, saya dan pasangan akan berkeliling-keliling kota mengendarai vespa. Berkeliling di kota tua. Menikmati keindahan arsitektur kuno dan mengabadikan setiap bangunannya.

***

Rumah impian saya ada dua jenis tipe yang berbeda. Saya menyukai rumah dengan arsitektur kuno yang mempunyai teras yang luas. Mungkin karena saat kecil keluarga saya tinggal di rumah-rumah dinas dengan arsitektur khas Belanda. Kuno sekali. 

Di halaman tersebut, akan saya tanam dengan berbagai macam pepohonan buah-buahan dan bunga-bunga. Pada saat musim panen kelak, buah dapat dipetik langsung. Fresh from the trees :D
Di halaman tersebut, akan saya letakkan beberapa kursi untuk bersantai di sore hari. Bersama anak-anak bermain di halaman sambil menunggu suami pulang. Dan ketika teman-teman datang, kami dapat melakukan pesta kebun bersama. Hmm.. menyenangkan :)

Tipikal rumah satunya agak kontras dengan rumah sebelumnya. Saya suka dengan rumah modern gaya urban yang menggunakan material alam dan unfinished. Seperti penggunaan material semen dan kayu yang kemudian difinish seperti tampak usang/unfinished. Saya menyebutnya "Rumah Down To Earth".

Rumah urban yang tidak terlalu besar namun memiliki halaman yang cukup luas. Ya, saya suka dengan halaman yang luas dengan pepohonan yang rindang. Akan saya desain rumah urban ini dengan warna-warna yang menyenangkan. Warna-warna netral seperti abu-abu, hitam dan putih yang dipadu dengan warna kontras seperti magenta, kuning, dan tosca. Sofa empuk berwarna terang di ruang keluarga, meja makan unfinished dengan latar belakang dinding berwarna hitam yang kontras dengan lemari pantry yang berwarna coklat. Dinding teras yang unik dengan ilustrasi siluet lampu teras ala London.

Di salah satu sudut rumah terdapat sebuah perpustakaan yang tidak terlalu besar dan ruang kerja yang nyaman untuk saya dengan suami. Ruang kerja yang langsung menghadap teras dengan dinding kaca yang cukup besar. Ketika suntuk, kami dapat merefresh pikiran dengan melihat warna-warna hijau dari rumput dan pepohonan. Ademm...

Rasanya ketika pulang kerja atau travelling dan menemukan rumah yang senyaman itu akan sangat menyenangkan sekali.. Baiti Jannati.. :)

Dear Suamiku di Masa Depan, 
Semoga kita dipertemukan dengan cara yang indah oleh Tuhan. Ini mimpi-mimpiku. Aku tau pasti mimpi-mimpimu lebih banyak lagi. Kita gabung dan kita satukan hingga menjadi sebuah mimpi yang indah.

Dalam tiap doaku, aku selalu mendoakanmu. Dan tak lupa mendoakan diriku sendiri. Sebuah doa agar suatu saat ketika kita dipertemukan, kita telah berhasil memantaskan diri: aku pantas untukmu dan kamu pantas untukku. 

Dear Suamiku di Masa Depan,
Aku selalu berusaha bersabar. Mengira-ngira kapan kita akan dipertemukan. Aku percaya bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan. Dan kamu yang saat ini berada di luar sana, juga percaya suatu saat kita akan dipertemukan. Saat ini, kita hanya bisa berusaha mewujudkan impian kita masing-masing hingga tiba saatnya kita dipertemukan sembari selalu berdoa.

Nanti, ketika tiba waktunya kita dipertemukan, kita telah siap dan pantas untuk menerima satu sama lain.
Insya Allah :)

Selamat malam suamiku di masa depan :)

Tertanda,                     
Istrimu di Masa Depan