Tampilkan postingan dengan label about love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about love. Tampilkan semua postingan

12 November 2014

Happy Father's Day, Papa


"After my mom passed away, he is the only one parent i have"

Papa saya adalah tipikal bapak yang tegas dan disiplin. Dulu sewaktu mama masih ada, beliau sangat disiplin dan cenderung keras jika perbuatan kami, anak-anaknya, tidak sesuai dengan kehendaknya. Hingga pada saat itu, saya sebagai anak tertua berusaha keras agar beliau tidak selalu marah-marah apabila ada yang tidak beres di rumah. Watak keras beliau turun dari kakek saya (bapaknya papa) dan beliau juga sempat masuk dalam kesatuan ABRI atau semacam itu, sebab saya pernah menemukan foto beliau menggunakan seragam tersebut dan beberapa foto beliau dan teman-temannya sedang baris-berbaris (correct me if i'm wrong, dad :p)

Beliau seorang pekerja yang gigih, ulet, pintar dan pekerja keras. Beliau tidak suka menganggur kecuali sedang sangat kelelahan. Apa saja dikerjakan. Mulai dari berkebun (hingga akhirnya kami punya pohon anggur kecil-kecil di rumah), memelihara binatang mulai dari burung hingga biawak, dan berolahraga seperti lari pagi, bermain tenis, hingga naik gunung. Beliau juga sangat suka akan kebersihan. Saya ingat, setiap kami akan pulang kampung saat lebaran, rumah harus selalu dalam keadaan bersih saat ditinggal. Sehingga sebelum berangkat, kami akan kerja bakti besar-besaran untuk membersihkan rumah. Dan kebiasaan itu mengalir turun kepada saya, sehingga setiap kali akan pergi, kondisi kamar atau rumah harus selalu dalam keadaan rapi dan bersih. Thanks, Pap for make me like this :)

Ada satu kebiasaan jelek beliau. Suka lupa dan panikan. Lupa naruh kacamata dimana, obat dimana, barang-barang dimana, kemudian panik yang paniknya bikin satu rumah ikutan heboh nyari barangnya. Ngomel-ngomel sendiri karena lupa naruh dimana, tapi setelah ketemu dan tahu itu karena kecerobohannya sendiri, cuman bisa nyengir sambil nylimur sana- sini. Biasanya setelah itu, saya yang gantian ngomel soalnya gemes kalau papa udah panik terus marah-marah sendiri sambil nyari barangnya yang hilang dan itu karena kecerobohannya sendiri.  

***

Background beliau adalah seorang lulusan IPB tetapi beliau suka sekali melukis. Beliau suka melukis di atas canvas dengan cat minyaknya. Beliau cenderung suka melukis pemandangan dan manusia atau makhluk hidup lainnya. Mungkin bakat seni itulah yang menurun kepada saya dan adik-adik saya. Dan tak ada satupun yang menurun dari mama dengan latar belakang pendidikan ekonominya. Yaah, walaupun sketsa tangan kami tidak secanggih beliau sih, tapi kami sangat menyukai bidang seni dan orangtua kami tidak ada yang melarang atau memaksa kami masuk ke bidang tertentu. Mereka membebaskan pilihan kami, asalkan kami bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Thanks, God for give us parent like them :)

Pekerjaan beliau menuntut untuk selalu bepergian dinas keluar kota. Beliau bekerja di sebuah perusahaan BUMN di bidang perkebunan sehingga diharuskan untuk berkunjung atau bekerja keluar kota, bahkan terkadang mengharuskan beliau untuk penempatan tugas dari perkebunan satu ke perkebunan lain. Bahkan saat mama mengandung saya dan adik-adik, kami jauh berada di sebuah perkebunan teh di Medan, Sumatera Utara yang sangat jauh dari keluarga mama atau papa yang berdomisili di Jawa Timur. Karena tuntutan pekerjaan itulah, mengharuskan beliau untuk memboyong keluarganya berpindah-pindah sesuai tugas dari perusahaan. 

Awalnya saya sempat keberatan, tidak suka, tidak ingin pindah lagi karena saat dimana saya sudah merasa betah di satu tempat, saat dimana saya sudah mendapatkan teman-teman yang baik, saya diharuskan kembali untuk pindah ke tempat lain. Rasanya itu tidak adil. Harus kembali beradaptasi dengan lingkungan baru, hunian yang baru, teman yang baru, dan segala sesuatu yang asing. Tapi lama-lama saya tersadar, semua itu memang ada hikmahnya. Justru saya bersyukur, saya memiliki teman-teman baru yang terus bertambah dengan berbagai macam background, kemampuan untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, dan mengetahui berbagai macam tempat-tempat baru. Once again, thanks dad :)

***

Masih ingat jelas diingatan saya bagaimana saat mama tiada. Masih ingat sekali dalam benak saya, walaupun tidak ada saya di lokasi kejadian secara langsung, tetapi yang saya tahu, bahwa papa pada saat itu, membopong mama ke pinggir jalan. Papa pada saat itu berusaha membangunkan mama karena mama dalam kondisi tidak sadar. Tidak ada luka sama sekali pada wajahnya. Bersih. Hanya saja mama dalam kondisi mata terpejam seperti tidur. Tertidur tenang sekali. Dan pergi meninggalkan kami selamanya.

Yang saya ingat, bagaimana saat papa memberitahu saya via telepon, bahwa saya harus ikhlas, bahwa saya harus tenang, bahwa saya tidak boleh bersedih berlarut-larut, bahwa saya harus tegar. Jelas dari suara beliau, beliaulah yang paling sangat kehilangan, kami anak-anaknya pun sangat kehilangan. Tersirat dari nada beliau berbicara dengan nada bergetar sembari berusaha tenang tapi teramat sangat kehilangan. Saat dimana seseorang yang dia kasihi, dia cintai, dia sayangi, yang sudah mendampinginya selama berbelas-belas tahun, tiba-tiba tiada, tiba-tiba harus pergi untuk selamanya. Dan saya pada saat itu, sebagai anak tertua, yang saya khawatirkan adalah kondisi beliau dan adik-adik saya. Bagaimana caranya saya bersikap tegar (walaupun akhirnya saya sempat pingsan beberapa kali), saya harus bisa membantu menenangkan segalanya dan bersikap tenang terhadap kondisi seperti ini. Walaupun itu susah.

He is the only one parent i have. Setelah mama tiada, segalanya berubah. Papa yang dulunya adalah seorang yang keras dan disiplin, perlahan melunak dan sangat sabar. Terkadang, saat kami mengunjungi mama, masih terlihat wajahnya yang sedih, sesekali terdiam seperti berbicara kepada mama tetapi hanya dalam hati. Kepergian mama memang sangat berat untuk kami terima, but life must go on. Yang saya khawatirkan, nanti di saat saya dan adik-adik saya sibuk dengan kuliah atau pekerjaan masing-masing, di saat papa harus bekerja dinas ke luar kota, yang biasanya selalu ditemani oleh mama kemanapun tugasnya, kini beliau harus berangkat sendiri. Karna tidak memungkinkan bagi kami untuk menemani papa dinas, walaupun ingin. Dan kecemasan itu semakin membesar ketika saya membayangkan bagaimana ketika nanti saya dan adik-adik saya menikah dan memiliki keluarga masing-masing. Jelas saya tidak ingin beliau hidup sendirian.

Hingga akhirnya suatu hari, setelah lima tahun kepergian mama, papa memberikan kabar bahagia. Dan tentu saja restu kami berikan untuk beliau. Selama papa bahagia, kami pun suka, dan keluarga menerima, tidak ada alasan yang mencegah kabar gembira tersebut. Satu yang pasti, papa tidak sendirian lagi, karena tugas dinas mengharuskan beliau untuk penempatan keluar kota, papa sudah ada yang menemani, sembari kami sesekali berkunjung kesana. Karna anak-anaknya pun sudah beranjak dewasa sehingga tidak memungkinkan untuk ikut berpindah-pindah sesuai dimana beliau ditugaskan. 

Sekarang lengkap, beliau memiliki dua anak perempuan dan dua anak laki-laki. Adik laki-laki saya yang paling kecil, sedang lucu-lucunya. Dia menjadi obat di saat kami kakak-kakaknya main ke kebun dimana papa ditugaskan. Obat kangen, obat stres karena lucu jadi mainan hihihi.. I miss you, Juna.. Liburan nanti Insya Allah Kakla nginep di kebun. Nanti kita mainan bareng yaa.. Jangan sakit lho, yang sehat biar bisa mainan :*



Happy father's day, papa.. 
Kakla di sini walaupun suka nyusahin, ngerepotin, terkadang minta sangu tambahan, sedang berusaha sekuat tenaga untuk bisa lulus tepat waktu. Biar segera pulang, segera kembali bekerja ke usaha kakla sama temen-temen, segera ngajar (Aamiinn), dan segera-segera lainnya. Papa yang sehat, olahraga yang teratur, jangan panikan trus marah-marah sendiri yaa hehe..

Doain kakla biar lancar kuliahnya, doain Caca, Aya, Juna juga. Kakla selalu ngedoain papa yang terbaik dari sini. Dan sedang berusaha membuat papa dan mama bangga (sekali lagi). Bismillah semoga anak-anaknya papa sukses semua. Aamiinn Ya Rabb.. :)



Bandung, 12 November 2014
Kakla                     

17 September 2014

A Letter for You

Aku bukan seorang ahli bahasa yang pandai berkata-kata
Aku juga bukan seorang penyair yang mahir merangkai sebuah puisi
Aku pun bukan seorang pujangga yang sanggup mengungkapkan begitu saja semua yang ada di dalam kepala
Bahkan untuk membuat tiga kalimat di atas saja aku harus berpikir cukup keras agar terdengar renyah di telinga

Seperti katamu, bukannya aku tidak bisa menjanjikan di kemudian hari yang tersisa hanya keindahan, tapi bukankah tidak ada yang tahu bagaimana rahasia Tuhan esok hari?
Aku hanya bisa berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik di masa depan nanti

Aku tahu kau paling benci saat marahku adalah diam, aku tidak berkata tapi hanya diam
Aku tahu kau paling benci saat kita bersama tetapi terkadang aku asyik sendiri depan gadgetku
Aku tahu kau paling benci saat aku menanyakan masalah pekerjaan di saat kita sedang bercengkrama
Aku tahu kau paling benci saat kita harus berpisah sementara waktu dan merelakanku melanjutkan studi di luar kota
Aku tahu kau paling benci saat perasaan rindu muncul tapi dipisahkan oleh jarak dan tidak bisa berbuat apa-apa selain menyibukkan diri agar tidak terlihat sedih olehku
Sungguh aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih, sabarlah, sabarlah hingga segalanya tuntas dan aku kembali kepadamu membawa kabar bahagia

Kau tahu aku bukan seorang yang pintar memasak, bahkan membuat mie instant untukmu saja terlalu lembek katamu. Jika aku boleh memilih, aku akan memilih membersihkan dan merapikan rumah saja ketimbang memasak
Kau juga tahu aku bukan seorang yang cerdas di atas rata-rata yang dapat menyelesaikan masalah secepat saat kau sedang makan
Kau pun tahu aku bukan seorang atletik yang hobi berolahraga sehingga harus kau paksa dan terus dimotivasi untuk terus hidup sehat dan rajin berolahraga

Wahai sayang, apakah kau tahu? Aku berusaha keras untuk menghapal dan membedakan mana itu sawi, bayam, dan kangkung. Belajar bagaimana memasak nasi yang punel. Mengerti bagaimana cara menggoreng tahu dan tempe. Meracik bumbu untuk membuat masakan sederhana. Membuat lidah lebih peka terhadap segala takaran masakan. Mengasah insting kapan waktunya meniriskan dan mematikan kompor. Aku berusaha tapi belum bisa dikatakan sebagai seorang ahli. Jauh, sangat jauh dan bahkan belum bisa meramu masakan yang berbumbu tajam. Tapi bukankah ini semua proses, ya kan?

Wahai sayang, apakah kau tahu? Aku berusaha untuk hidup sehat dan aku memang suka dengan hidup sehat. Tapi memang untuk berolahraga, malasku lebih besar daripada niatku. Dan kau pun menjadi salah satu motivatorku selain diriku sendiri di masa depan nanti. Aku ingin hidup sehat dan menjadi pribadi yang sehat. Yang akan menjadi panutan sebagai seorang ibu dan seorang istri yang baik dan sehat jasmani dan rohani.

Diriku senantiasa berdoa, memohon kepada Tuhan untuk memberikan kesehatan kepadamu. Kesehatan dalam beraktivitas, kesehatan dalam berpikir dan bertindak, dan kesehatan saat kau beribadah. Di sampingmu kelak sajadahku terbentang. Menjadi makmum yang baik dan berbakti kepada imamnya. Akan kusiapkan rumah yang aman dan nyaman saat kau berada di dalamnya hingga hatimu merasa tentram, bahu untuk kau bersandar jika kau lelah dan tangan yang mengusap-usap lembut punggungmu, sepasang telinga yang siap untuk mendengarkan cerita-cerita lucumu dan tentu saja keluh kesahmu, dan bibir untuk menenangkanmu dengan kalimat yang menentramkan dan mungkin aku bisa membuat cerita-cerita lucu yang terkadang tidak terlalu lucu. 

Wahai calon imamku,
Aku menunggumu untuk menyempurnakan agamaku. Menunggumu selagi aku menuntaskan studiku dan mempersiapkan diri menjadi istri yang baik untukmu kelak. Insya Allah :)



Bandung,
14 September 2014

16 Februari 2013

Welcome to My Home

Di postingan yang lalu, saya sempat membahas rumah impian saya di sini. Mungkin sebagai review, sedikit saya bahas lagi. 

Ada dua tipe rumah yang saya sukai. Dua rumah ini berbeda satu sama lain. Yang pertama saya suka dengan rumah berasitektur Belanda dengan teras yang luas dan lantai tekel dengan corak yang khas. Yang kedua, saya suka dengan rumah modern gaya urban. Dengan permainan material alam dan material unfinished (rustic).

Beberapa minggu yang lalu, saya menemukan di salah satu web desain, sebuah rumah dengan tipe yang saya suka. Sebuah rumah yang hampir semua materialnya unfinished. Istilah desain saat ini adalah rumah dengan gaya industrial. Identik dengan expose material, apa adanya. Menurut saya, itu sangat menunjukkan karakter dari si pemilik rumah. Sangat personal sekali.

Kalo kata temen saya, semakin nampak gudang, pasti saya semakin suka. Hahaha :))
Entah terdengar seperti sindiran atau pujian, yaa tapi saya memang suka dengan rumah ini :D






Dengan bukaan yang banyak dan berukuran besar-besar, sirkulasi di rumah sudah sangat baik sekali. Dengan bukaan yang besar, rumah ini mendapat asupan sinar matahari berlimpah-limpah, sehingga penggunaan lampu dan pendingin hanya jika diperlukan saja. Rumah down to earth sekali :)

Expose material bisa ditemukan hampir di setiap sisi rumah ini. Dinding yang menggunakan bata beton, begitu pula dengan plafon dan lantainya. Material yang digunakan tidak terlalu banyak macamnya. Hanya beton, besi, kayu dan kaca.

 




 Penggunaan material warna netral seperti abu-abu, hitam dan coklat ini membuat saya sebagai pemilik rumah (ngehayal ini ceritanya haha :p) akan menambahkan warna-warna kontras seperti warna merah, kuning, tosca. Unsur warna hijau --seperti tanaman-- juga dimasukkan supaya lebih segar dan hidup. Permainan frame-frame foto yang dipasang acak di salah satu dinding juga bisa menjadi point interest. Hmmm.. terdengar menyenangkan :)



 

Yep, ini rumah impian saya. Bagaimana dengan rumah impian kamu? :D

11 Februari 2013

Stupido Ritmo


source from pinterest
 
 You and I painting rainbows when no rain falls on our wall
Smelling raindrops on a hilltop as they fall
You and I laughing loudly with no reasons in our walk
Chasing sunsets, dancing minuet in the dark

Why don't we just disappear
If that could keep us here?

You and I sharing snow fall and the beach sand in our thoughts
Writing love words with our whispers in our hearts
You and I stealing kisses from each other when we fight
Making wishes on the same star every night

Why don't we just dream away
If that could make us stay?
Why can't we just dream away?
We're not real, anyway 

Why don't we just stay this high?
Pretend we're all that fly
Why can't we just stay this high?
We might rule our own sky

You and I singing solo our very own silly song
Playing lovers of all edens all life long


 (Float - Stupido Ritmo)
  • Stupido Ritmo


    You and I painting rainbows when no rain falls on our wall
    Smelling raindrops on a hilltop as they fall
    You and I laughing loudly with no reasons in our walk
    Chasing sunsets, dancing minuet in the dark


    Why don't we just disappear
    If that could keep us here?

    You and I sharing snow fall and the beach sand in our thoughts
    Writing love words with our whispers in our hearts
    You and I stealing kisses from each other when we fight
    Making wishes on the same star every night

    Why don't we just dream away
    If that could make us stay?
    Why can't we just dream away?
    We're not real, anyway 

    Why don't we just stay this high?
    Pretend we're all that fly
    Why can't we just stay this high?
    We might rule our own sky

    You and I singing solo our very own silly song
    Playing lovers of all edens all life long
  • Stupido Ritmo


    You and I painting rainbows when no rain falls on our wall
    Smelling raindrops on a hilltop as they fall
    You and I laughing loudly with no reasons in our walk
    Chasing sunsets, dancing minuet in the dark


    Why don't we just disappear
    If that could keep us here?

    You and I sharing snow fall and the beach sand in our thoughts
    Writing love words with our whispers in our hearts
    You and I stealing kisses from each other when we fight
    Making wishes on the same star every night

    Why don't we just dream away
    If that could make us stay?
    Why can't we just dream away?
    We're not real, anyway 

    Why don't we just stay this high?
    Pretend we're all that fly
    Why can't we just stay this high?
    We might rule our own sky

    You and I singing solo our very own silly song
    Playing lovers of all edens all life long

14 Desember 2012

Happy 24th Birthday!


Happy 24th Birthday! :)
Yap, usia sudah memasuki ke-24. Harapan dan doa tentu banyak-banyak saya ucapkan. Begitu pula doa-doa dari keluarga, teman, sahabat, semuanyaa.. :)

Alhamdulillah sampai di usia 24 tahun ini, saya masih diberikan kesehatan, rezeki, pekerjaan yang saya cintai, teman dan sahabat yang saya sayangi, dan keluarga yang selalu mensupport saya.

Wishlist saya masih sama seperti di saat ulangtahun yang ke 23. Bedanya cuman di item nomer 11 "Bisa segera beli hengpon blekberi" itu sudah terkabul. Hehehe. Wishlistnya bisa ditengok di sini.
Tapi urutan doa yang paling pertama saya ucapin adalah ini dan ini. Monggo di klik kalau mau baca. Saya agak malu buat ngebahasnya lagi hahaha :"p #halah

Anyway, saya mau cerita surprise saya kemarin aja yak. Lebih seru sepertinya daripada saya bermellow-mellow menuliskan sepatah dua patah kata mutiara. Hahaha.

***

Tanggal 3 Desember kemarin adalah hari Senin dan itu adalah Hectic Day. Sama seperti hari senin-senin pada umumnya, hari senin adalah hari tersibuk setelah libur di hari Minggu. Dan saya sangat memaklumi apabila tidak adanya surprise dari teman-teman saya *aslinya ngarep banget :p

Tepat pukul 00.00 WIB, saya sudah tertidur pulas, Senin pagi hari saya sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja. Ucapan dan doa dari keluarga saya Amin-i sepenuh hati. Aktivitas berjalan seperti biasanya. Sampai di kantor, ngidupin komputer, dan langsung tenggelam dalam pekerjaan. Posisi saat itu, saya sendirian di kantor. 2 rekan saya belum datang sampai pukul 11 siang.

Jam setengah dua belas,si Billa datang, mengucapkan selamat ulang tahun, cipika cipiki sebentar dan kemudian lanjut kerja. Di susul dengan Prita yang datang tak lama setelah itu.

Saya saat itu "kebetulan" sedang suntuk. Kerjaan yang saya pegang gak beres. Softwarenya ngadet. Dan jadilah hari itu sebagai hari uring-uringan saya. Cakep.

Selama mengerjakan, pikirannya saya udah kemana-mana. Mbatin kira-kira saya bakal dapet surprise gak ya hari ini. Ahh, paling juga enggak. Secara nanti malem, saya dan si Billa bakalan ngedekor pameran yang kami ikuti keesokan harinya. Yaaa, seperti itulah kira-kira pergolakan batin saya. Hehehe :p

Sekitar jam 3 sore, si Billa pamit ada urusan ke kantor Pupuk Kaltim. Yaa palingan urusan sama uminya, begitu batin saya. Sepeninggal Billa, saya masi berkutat dengan si software yang ngambek. Prita riwueh sendiri dengan kerjaannya.

Tiba-tiba, pintu terbuka dan satu persatu masuk ke kantor. Bila, Bowie, Dek Dimas, Mas Romi. Dan seperti biasa, Billa yang paling lantang menyanyikan lagu Happy Birthday To You. Dan saya? Saya saat itu cuman bisa melongo, nyengir, ketawa-ketawa antara senang, surprise dan gak jelas. Haha.

Properti kacamatanya gak nguatin deh bentuk-bentuknya haha :))
 


make a wish

Wahh, perasaan saya saat itu seneng banget. Enggak nyangka dan enggak ada feeling sama sekali. Ahh, hari itu adalah hari yang paling bahagia deh. Mamacih semuanyaahh :")

Kata Billa, si Dika mau "ikutan hadir" via skype. Posisi dia lagi ada di Bali. Tapi rupanya dia dihubungin enggak bisa-bisa. Ahh, jadi gak jadi, tapi mamacih niatnya Dikaaaaa :') *terharu*

DECORE's Team


LOL :)))
 
Banyak tingkah! :))
Ini maksudnya saya yang dikagetin, tapi yang njerit si Billa sama Prita ahaha! :))
 

Dedek Nagaaaa :3

Mamacih yaa semuanyaaa.. Yang ngasi surprise, yang ngedoain, yang ngucapin, yang baca blog jugak. Mamacihh semuanyaahhhh :*

30 Oktober 2012

I'm Into Something Good :)



(sumber: Pinterest)
 
Woke up this morning feeling fine
There's something special on my mind
Last night I met a new boy in the neighborhood
Oh yeah
Something tells I'm into something good

He's the kind of boy who's not too shy
And I cant help but tell him he's my guy
He danced close to me like I hoped he would
Something tells me I'm into something good

We only danced for a minute or two
But then be stuck close to me the whole night through
Can I be falling in love
He's everything I've been dreaming of

He walked me home and he held my hand
I knew it couldn't just a one night stand
And he asked to see me next week
And I told him I could
Something tells me I'm into something good
Something tells me I'm into something good

He walked me home and he held my hand
I knew it couldn't just a one night stand
And he asked to see me next week
And I told him I could
Something tells me I'm into something good
Something tells me I'm into something good
Something tells me I'm into something good
Something tells me I'm into something good

(thanks for The Bird and The Bee who created this song)

19 Oktober 2012

Tentang Sebuah Mimpi

Saya terinspirasi untuk menulis impian saya bersama pasangan kelak setelah membaca tulisannya Journal Kichan. Sebelumnya semuanya hanya ada dalam otak dan rasanya ada perasaan malu jika disharingkan di sini. 

Tapi kata salah satu teman saya, justru ketika menuliskan di blog dan dibaca orang banyak, pasti akan ada beberapa yang meng-Amin-i. Semakin cepat terkabul, bukan. Hmm.. iya juga sih. Yaa, setidaknya akan banyak yang ikut meng-Amin-i :)

***

Saya adalah seseorang yang addict dengan travelling. Menurut saya, romantis adalah punya pasangan yang sama-sama hobi travelling. Hehehe :p

Saya bermimpi saya dan pasangan akan berpetualang mendaki gunung. Setidaknya ortu akan tenang karena bepergian dengan suami hahaha. Kami berkemah dan bermalam di Ranu Kumbolo. Dan menikmati indahnya matahari pagi Ranu Kumbolo sambil menyesap coklat hangat. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Mahameru, Puncak dari Semeru. Bersusah-susah bersama, mendaki bersama. Dan saya pasti akan menangis terharu ketika sudah sampai di puncak. Bergidik merinding melihat keindahan alam yang Tuhan ciptakan. Berucap syukur dan berdecak kagum dengan suami. Indahnyaa :)

Saya lebih senang bepergian ala backpacker. Saya ingin menamatkan seluruh pelosok di negeri ini. Mulai dari Aceh dengan Tugu Nol Kilometer di Sabang hingga Raja Ampat di Papua yang sangat indah sekali. Menaiki kereta api, melihat hamparan sawah sambil bersandar di pundak suami. Nyasar bersama saat mengendarai sepeda motor berkeliling di Bali. Jalan kaki bergandengan tangan menikmati pantai di Bangka Belitung. Menemukan semua keindahan yang Tuhan ciptakan bersama pasangan.

Saya juga bermimpi, di suatu hari minggu yang senggang, saya dan pasangan akan berkeliling-keliling kota mengendarai vespa. Berkeliling di kota tua. Menikmati keindahan arsitektur kuno dan mengabadikan setiap bangunannya.

***

Rumah impian saya ada dua jenis tipe yang berbeda. Saya menyukai rumah dengan arsitektur kuno yang mempunyai teras yang luas. Mungkin karena saat kecil keluarga saya tinggal di rumah-rumah dinas dengan arsitektur khas Belanda. Kuno sekali. 

Di halaman tersebut, akan saya tanam dengan berbagai macam pepohonan buah-buahan dan bunga-bunga. Pada saat musim panen kelak, buah dapat dipetik langsung. Fresh from the trees :D
Di halaman tersebut, akan saya letakkan beberapa kursi untuk bersantai di sore hari. Bersama anak-anak bermain di halaman sambil menunggu suami pulang. Dan ketika teman-teman datang, kami dapat melakukan pesta kebun bersama. Hmm.. menyenangkan :)

Tipikal rumah satunya agak kontras dengan rumah sebelumnya. Saya suka dengan rumah modern gaya urban yang menggunakan material alam dan unfinished. Seperti penggunaan material semen dan kayu yang kemudian difinish seperti tampak usang/unfinished. Saya menyebutnya "Rumah Down To Earth".

Rumah urban yang tidak terlalu besar namun memiliki halaman yang cukup luas. Ya, saya suka dengan halaman yang luas dengan pepohonan yang rindang. Akan saya desain rumah urban ini dengan warna-warna yang menyenangkan. Warna-warna netral seperti abu-abu, hitam dan putih yang dipadu dengan warna kontras seperti magenta, kuning, dan tosca. Sofa empuk berwarna terang di ruang keluarga, meja makan unfinished dengan latar belakang dinding berwarna hitam yang kontras dengan lemari pantry yang berwarna coklat. Dinding teras yang unik dengan ilustrasi siluet lampu teras ala London.

Di salah satu sudut rumah terdapat sebuah perpustakaan yang tidak terlalu besar dan ruang kerja yang nyaman untuk saya dengan suami. Ruang kerja yang langsung menghadap teras dengan dinding kaca yang cukup besar. Ketika suntuk, kami dapat merefresh pikiran dengan melihat warna-warna hijau dari rumput dan pepohonan. Ademm...

Rasanya ketika pulang kerja atau travelling dan menemukan rumah yang senyaman itu akan sangat menyenangkan sekali.. Baiti Jannati.. :)

Dear Suamiku di Masa Depan, 
Semoga kita dipertemukan dengan cara yang indah oleh Tuhan. Ini mimpi-mimpiku. Aku tau pasti mimpi-mimpimu lebih banyak lagi. Kita gabung dan kita satukan hingga menjadi sebuah mimpi yang indah.

Dalam tiap doaku, aku selalu mendoakanmu. Dan tak lupa mendoakan diriku sendiri. Sebuah doa agar suatu saat ketika kita dipertemukan, kita telah berhasil memantaskan diri: aku pantas untukmu dan kamu pantas untukku. 

Dear Suamiku di Masa Depan,
Aku selalu berusaha bersabar. Mengira-ngira kapan kita akan dipertemukan. Aku percaya bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan. Dan kamu yang saat ini berada di luar sana, juga percaya suatu saat kita akan dipertemukan. Saat ini, kita hanya bisa berusaha mewujudkan impian kita masing-masing hingga tiba saatnya kita dipertemukan sembari selalu berdoa.

Nanti, ketika tiba waktunya kita dipertemukan, kita telah siap dan pantas untuk menerima satu sama lain.
Insya Allah :)

Selamat malam suamiku di masa depan :)

Tertanda,                     
Istrimu di Masa Depan

31 Agustus 2012

Date a Girl Who Travels

Beberapa hari yang lalu di saat saya sedang suntuk dengan kerjaan, saya iseng-iseng blogging. Buka dari link teman, kemudian ke link temannya teman, sampai akhirnya berhenti di Tumblr-nya Sadgenic by Rahne Putri. 

Saya tau profilnya dari novel adek saya. Dan pada saat pertama kali saya baca, isinya seperti curhatan. Bait-bait kalimat pendek. Dan isinya tentang cinta. Seperti kumpulan puisi.

Dan pada saat saya membuka Tumblr-nya, saya menemukan sebuah tulisan yang membuat saya tertarik. Sepertinya Rahne Putri juga me-reblog dari salah satu temannya. 

Tulisannya berisi cerita tentang seorang gadis yang suka bepergian/travelling. Bagaimana dia melihat dunia, bagaimana dia menikmati dunia, bahwa dia lebih suka mengumpulkan uang untuk bepergian daripada membeli baju-baju mewah. Dan saya seperti melihat diri saya. Banyak pernyataan-pernyataan yang mirip seperti saya. 

Well, silahkan dibaca. Saya copy-kan disini untuk kalian baca :)
Enjoy!



Date a Girl Who Travel 

Date a girl who travels. Date a girl who spends her money on a summer road trip instead of fancy dresses.  She lives her life adventurously, without fear; and both of you will live your love life as if you’re on a lazy vacation. No drama.

Date a girl who travels. She is not the one who spends hours putting on her make up, but she has touched a deeper layer of her femininity that penetrates through every orifice of her life which makes her beautiful even when she’s not paying attention.

Find a girl who travels. You may easily recognize her by the stuffs she always carries. You may find coins instead of mascara in her pouch. She will always have a city map, a journal and pens in her bag. Whenever she goes, she’s ready to get lost. You start to recognize that her skin is getting darker?  Yes, she’s not afraid of sun exposure. She paddles down the river with her canoe during the whole day, absorbed in the moment, flowing passionately.

You can try to let her down.  But she has learned to toughen up on her way back home from jungle, there is nothing you can say to let her down as she has gotten thrown into the craziness of this world.  She is all tough on the outside, but inside she’s gentle and calm.

You can try to approach her.  But she won’t take an easy road. She will scan you, but she doesn’t play hard to get, she just chooses to take a longer path that seems like a magical travel through a sunlit tunnel in Hawaii. It would be a thrilling adventure, and at the end of the path lies all of the treasure you have been searching for. You just have to be patient.

Date a girl who travels. She sees the hidden beauty in everything.  When you are with her, you will realize that even though she has impulsively survived winter storm in Northern Ontario just to see the Aurora Borealis, strolled around Hanoi going down all the way to Saigon, enjoyed the medieval atmosphere of Antwerp, and there was nothing like a marshmallow ice cream for her to combat the beating Istanbul’s sun; at the end of the day she will try to find her way home.  Let her know that you’re her home.  If you’re lucky, she will be comfortable around you, being around you feels like she is home in a way that she has never felt when she’s on the road.

When she is busy and has a tight schedule during weekdays, ask her to go camping in the backyard during weekend.  Then try stargazing with her under the moonlit beside a small bonfire, she will show you that Cassiopeia is not hard to spot among the stars and constellations.  She loves to explore the night sky as much as she loves to explore new places.  Secure and lead her, she needs your guidance. Act as if you’re the North Star who always leads her home. Ask her if she can show you Cepheus.  She might just give you a little grin since she is not sure enough. Ask her if she wants to name her future child Andromeda.

It’s easy to date a girl who travels.  You just have to be you, as she will take you as who you are. She appreciates honesty as nature taught her so, she is original, and she talks to you without any persona or agenda.  She has the guts to tell you everything with fearlessness, no arguing, no fighting; just a simple free flow of speech without worry of what will be said—just communion, just intimacy. She will appreciate your wit and sense of humor even if you have always felt that nobody really understand your humor, but she is the one who will laugh with you.  For her, life is not about holding on. It’s about living, loving, laughing, and leaving.

If you find a girl who travels, keep her. If she says she loves you, no matter how far you are apart she will always come back to you, her home.  She’s the one who writes a love letter for you a day before your departure to go somewhere across the sea with Frank Sinatra’s “I Wish You Love” song lyrics in it, or better, she will invite you to join her trip. Go with her. Then later on your trip, you will find out that her adventurous spirit is worth fighting for.

Find a girl who travels. It is very predictable that one day you will decide to spend the rest of your life with her. Marry her, you will realize your heart stops to wander.
 

*Ada versi lain dari "Date a Girl Who Travels". Dengan penulis yang berbeda tapi maknanya lebih mengena lagi bagi saya. Bisa di klik di sini.
Cekidot! :)

20 Juli 2012

Butterflies in My Tummy ♥

Butterflies in My Tummy - Mocca

I have butterflies flying
Around inside my tummy
When i’m with you
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
I hear bellchimes ringing
Blown by wind of spring
When i’m with you

Oh this tingling feeling
Makes me wanna jump
Makes me wanna shout
Across the room

Oh this feeling of longing
But damn it’s so blinding
I just can’t tell
If i feel happy or sad

I heard blue birds
Singing up around the tree
When I’m with you

I see rainbows appearing
Everywhere i go
When i’m with you

Oh this tingling feeling
Makes me wanna sigh
Makes me wanna fly
Across the moon

Oh this feeling of longing
But damn it’s so blinding
I just can’t tell
If i feel happy or sad

I have butterflies flying
Around inside my tummy
When i’m with you



-Yes, there is butterflies in my tummy ♥ :)

17 Januari 2012

Someone Like You

Someone Like You
Adele

I heard that you're settled down
That you found a girl and you're married now.
I heard that your dreams came true.
Guess she gave you things I didn't give to you.

Old friend, why are you so shy?
Ain't like you to hold back or hide from the light.

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over.

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don't forget me, I begged
I remember you said,
"Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead, "
Yeah

You'd know how the time flies
Only yesterday was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I'd hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over.

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don't forget me, I begged
I remember you said,
"Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead."
Yeah

Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known how bittersweet this would taste?

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you
Don't forget me, I begged
I remember you said,
"Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead."

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don't forget me, I begged
I remember you said,
"Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead."

14 Desember 2011

i love them!

Masih di acara ulang tahun saya. Masih dengan objek saya. Dan masih dengan teman-teman saya. Hehehe. Acara syukuran kecil-kecilan yang terselip misi kecil memberikan surprise kepada adek saya, Aya, yang tepat ulang tahun pada hari itu juga.

Yaa, saya ndak bisa cerita banyak yaa.. Bingung mau cerita apa. Hahaha! Saya posting foto-fotonya aja yang banyak. Cukup menggambarkan bagaimana suasana saat itu. Cekidot! ;D




*padahal cuman es teh doang, tapi gayanya selangit




*ceritanya sih berdoa. tapi kok di gambar kayak ketawa-ketiwi yaa











*with Billa (one of the team DECORE)


*with Irna (my closest friend from early college)


*with Egy (a friend who doesn't like spicy food)


*with Tyzha (my mbolang friends)


*with Tiara (a good friend of mine)


*with Sari (a friend who likes hamsters)


*with Nyit-nyit (Bowie's girlfriend)


*with Bowie (my biggest friend :P )


*with Dika (my weird friend haha :P )


Teman-teman saya rada ajaib semua. Mulai dari yang absurb sampai yang longor. Haha!


*saya rada ndak paham maksudnya si Billa bergaya begitu -_-"


*si Dika ini rada annoying emang tampangnya haha (harap maklum)


*nah kalo si Bowie ini, dia suka banget bergaya ala pistol ditembakkan ke kepala.
Entah apa maksudnya ...


-__-"



*tuh kan apa saya bilang, si Bowie seneng banget begaya kayak gitu ...


Yahh.. apapun ke-longor-an mereka, yang penting i love them lah! :D
Ngangenin semua soalnyaa :*



:)

It's not about finding someone who won't fight with you or make you sad. It is about finding the person who will still be standing there wiping the tears away, holding you in their arms after a fight. The one who will never leave, no matter how hard things get.


http://etiquetteforalady.tumblr.com/

23 September 2011

Dear Mom,

Dear Mom,

Kakla menangis bukan karna putus cinta, ma. Kakla menangis karna teringat mama saat melihat foto-foto mama. Kakla menangis karna membayangkan betapa kangennya kakla sama mama. Suara, bau, senyuman, dekapan, perhatian, tatapan, omelan, dan kesabaran mama. Kakla hanya ingin memeluk mama dan menangis sepuasnya.

Entahlah. Kakla agak mellow akhir-akhir ini. Ini aja kakla nulis sambil menangis. Mungkin karna dalam waktu dekat ini kakla mau diwisuda, ma. Dan mama tidak ada. Rasanya ada yang kurang. Sangat kurang.

Ingin sekali rasanya kakla memamerkan kepada mama, "Ma, putrimu sudah sarjana. Kakla berhasil menyelesaikan kuliah dengan baik. Akhirnya kuliah kakla selama 4 tahun gak sia-sia ma. Mama lihat kan? Kakla bisa tetap survive sepeninggal mama.."

Inget gak ma, dulu mama nemenin kakla ngurusin urusan kampus. Kakla gak lolos UMPTN, mama gak marah. Mama nemenin kakla buat daftar ke swasta. Tapi mama tetep ngasih dukungan buat nyoba ke PTN. Mama ikut bercapek-capek ria. Mama mendoakan kakla siang dan malam tanpa henti supaya kakla keterima di PTN. Mama juga ikutan nongkrong di warnet sampe tengah malem untuk nemenin kakla nungguin pengumuman lolos enggaknya tes UMDES. Dan ternyata doa mama terkabul. Kakla keterima di Desain Produk Industri ITS :)

Tapi selang beberapa bulan kakla kuliah, ternyata mama harus meninggalkan kami semua. Rupanya Tuhan lebih sayang sama mama. Makanya Tuhan memanggil mama. Rasanya kayak gak percaya gitu ma. Cepat sekali. Mama belum lihat kakla di wisuda, mama belum melihat kakla kalau nanti menikah, dan lain-lainnya.

Tapi, Alhamdulillah ma.. Kita semua tidak larut dalam kesedihan terus menerus. Life must go on. Kakla cuman takut enggak kuat menahan tangis ketika wisuda nanti. Bukan terharu, tapi ingat mama. Sungguh, ingin sekali rasanya melihat mama tersenyum bangga pada saat wisuda nanti. Pengen foto bareng sekeluarga juga ma. Ada mama disitu tersenyum bangga dan bahagia..




Ma, besok hari Minggu, kakla diwisuda. Mama datang ya maa.. lihat kakla diwisuda :)
Sampai ketemu hari Minggu nanti maaa! :D


with Love,
Kakla

*Kakla adalah nama panggilan saya ketika dirumah