Tampilkan postingan dengan label ide-ide. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ide-ide. Tampilkan semua postingan

16 Februari 2013

Welcome to My Home

Di postingan yang lalu, saya sempat membahas rumah impian saya di sini. Mungkin sebagai review, sedikit saya bahas lagi. 

Ada dua tipe rumah yang saya sukai. Dua rumah ini berbeda satu sama lain. Yang pertama saya suka dengan rumah berasitektur Belanda dengan teras yang luas dan lantai tekel dengan corak yang khas. Yang kedua, saya suka dengan rumah modern gaya urban. Dengan permainan material alam dan material unfinished (rustic).

Beberapa minggu yang lalu, saya menemukan di salah satu web desain, sebuah rumah dengan tipe yang saya suka. Sebuah rumah yang hampir semua materialnya unfinished. Istilah desain saat ini adalah rumah dengan gaya industrial. Identik dengan expose material, apa adanya. Menurut saya, itu sangat menunjukkan karakter dari si pemilik rumah. Sangat personal sekali.

Kalo kata temen saya, semakin nampak gudang, pasti saya semakin suka. Hahaha :))
Entah terdengar seperti sindiran atau pujian, yaa tapi saya memang suka dengan rumah ini :D






Dengan bukaan yang banyak dan berukuran besar-besar, sirkulasi di rumah sudah sangat baik sekali. Dengan bukaan yang besar, rumah ini mendapat asupan sinar matahari berlimpah-limpah, sehingga penggunaan lampu dan pendingin hanya jika diperlukan saja. Rumah down to earth sekali :)

Expose material bisa ditemukan hampir di setiap sisi rumah ini. Dinding yang menggunakan bata beton, begitu pula dengan plafon dan lantainya. Material yang digunakan tidak terlalu banyak macamnya. Hanya beton, besi, kayu dan kaca.

 




 Penggunaan material warna netral seperti abu-abu, hitam dan coklat ini membuat saya sebagai pemilik rumah (ngehayal ini ceritanya haha :p) akan menambahkan warna-warna kontras seperti warna merah, kuning, tosca. Unsur warna hijau --seperti tanaman-- juga dimasukkan supaya lebih segar dan hidup. Permainan frame-frame foto yang dipasang acak di salah satu dinding juga bisa menjadi point interest. Hmmm.. terdengar menyenangkan :)



 

Yep, ini rumah impian saya. Bagaimana dengan rumah impian kamu? :D

9 Mei 2012

Sepenggal cerita tentang DECORE

Haloo ceman-cemann pembacaaa!
Kuwangen banget looh sama kalian. Sama dunia tulis-menulis. Sama aktivitas begadangnya juga karena saya biasanya nemu ide kalau tengah malam. Hehehe.. *alesan*

Hampir 4 bulan ya saya vakum. Ada satu kesibukan yang yaa kalau dibilang cukup menguras energi dan pikiran *enggak ding, ini mah berlebihan namanya haha*

Jadi, awal tahun kemarin, saya dan kedua teman saya -Nabilla dan Prita- resmi membuka usaha sendiri. Usaha kami di bidang jasa konsultan interior. Yaa semacam interior developerlah. Jadi kita menangani desain interior mulai dari interior rumah, kantor, public space, dll. Desain stand booth dan furniture juga kita pegang.

Sebenarnya kita sudah start dari bulan Agustus 2011. Itu pun terbentuk karena kebetulan. Haha. Ide awal untuk membuka usaha sendiri ini memang sudah ada dalam pikiran saya dan Nabilla ketika masih sama-sama berkuliah. Cuman memang masih sebatas obrolan saja. Setelah kena tugas kuliah, lupa lagi haha.

Nabilla dan Prita saat itu lulus terlebih dahulu  karena mereka menempuh kuliah 3,5 tahun. Sedangkan saya baru lulus setelahnya karena mengambil kuliah 4 tahun. Pas. Hehehe.
Di saat masa-masa saya Tugas Akhir, Nabilla dan Prita rupanya sepaham untuk membuka kantor konsultan sendiri. Dan begitu saya lulus, masuklah saya di grup itu. Obrolan iseng saya dan Nabilla waktu jaman kuliah dulu rupanya terkabul. Hihihihi.. :D

Jadilah kami bertiga mendirikan kantor konsultan interior. Masalah belum kelar sampai disitu. Nama kantor. Yep! Kami harus memutar otak nama apa yang pas, unik, mudah diingat, dan sesuai dengan kami. Mulai dari membuka buku nama bayi sampai dengan mencari nama-nama latin dan wayang-wayangan yang unik pun kami lakoni.
Ada banyak list kami tulis. Dan itu kami diskusikan bersama Tante Noni, mamanya Prita. Beliau adalah penasihat pribadi kami. Hihihihiihihii *makasihh banyak, Tantee :*

Akhirnya kami menemukan nama yang paling pas saat itu. JENDELA DESIGN.
Kami memang menginginkan nama-nama yang berbau Indonesia. Saat itu. Tetapi rupanya kabar dari seorang teman, nama itu telah digunakan oleh orang lain. Lebih tepatnya senior di kampus kami. Hahaha. Oke kita ganti lagi.

Mencari nama adalah hal sepele tapi susah. Nama itu harus ada maknanya. Tidak asal nyebut saja. Dan itu yang sedang kami cari. Mulai dari PRINALA DESIGN (tebak artinya apa hayoo hihihi), PILAR DESIGN, sampai dengan SRIKANDI. Tapi tetap belum memuaskan kami. Akhirnya karena kami sama-sama sudah buntu, kami berdiskusi dengan mas-mas dari TECHNOGRAPHIC. Mereka adalah sekumpulan mas-mas unyu yang sangat handal di bidang mereka. Ada mas Priyo Pahenggar, mas Tomi, dan mas Gusto Hutapea. Mereka bertugas untuk mendesain logo dan website kami.

Nah, sejarah nama kami awalnya justru dari diskusi dengan mas-mas unyu TECHNOGRAPHIC ini! Pada saat itu mereka bertanya kepada kami. Apa nama usaha kalian? Kami sama-sama menjawab, "PRINALA DESIGN, mas". Dan pada saat itu mereka tertawa. Kami pun ikutan cengar-cengir. Rupanya mereka tau kalau PRINALA DESIGN itu adalah singkatan nama kami. Hahahha ketahuan!
Yap, PRINALA DESIGN adalah singkatan nama kami. PRIta, NAbilla, diLA. Hahaha sungguh tidak mboyish bukan? Heuheuheu.. Yaa namanya juga buntu. Ambil gampangnya saja.

Si mas-mas ini nampaknya kurang setuju nama itu. Alhasil kita malah diskusi, nama apa yang kira-kira bagus penyebutannya, artinya sesuai dan kelihatan mboyish. Dan tiba-tiba si mas Priyo Pahenggar nyeletuk, "Gimana kalau DECORE?"

...hening...

Dan dalam waktu bersamaan kami bertiga langsung berteriak-teriak histeris, "Wahh! Bagus namanya! DECORE aja mas!"

Hahahaha, ya begitulah asal muasal nama kami. Yap. DECORE. hanya DECORE. Tidak memakai kata-kata DESIGN. Dan tanpa kami sadari, kami menggumamkan kata DECORE berulangkali. Kami senang karena akhirnya menemukan nama yang pas.

DECORE maknanya adalah decoration, mendekor, mendesain, menata. Dan memang pekerjaan kami adalah mendesain interior, menata interior menjadi lebih indah. Dan untuk namanya yang mengandung unsur-unsur bule, yaa sudahlah. Hihihihi. Niat awal kami memang menginginkan nama Indonesia. Tapi kami sudah terlanjur suka dengan nama ini :)

Oke, balik lagi ke awal. Peresmian legalitas DECORE baru bulan Januari kemarin. Dan Alhamdulillah-nya kami lancar mendapat proyek-proyek. Jadi selama awal-awal bulan itu kami membangun DECORE dari nol. Mulai dari pindah kantor, mengurus pajak, mengerjakan proyek, survey ke lokasi bangunan, pengukuran, itu kami lakukan sendiri. Hanya ber-3. Haha.. Warior (Wanita Interior) sejati! :p

Kantor kami beralamat di Kalibokor 2/32, Surabaya. Sekitar daerah Pucang-Surabaya situ. Kantor DECORE sendiri tidak luput kami desain. Kami suka dengan nuansa yang chic. Nuansa yang eye catching bisa mempengaruhi mood loh saat bekerja. Jadi kami desain kantor kami dengan mood-mood yang menyenangkan. Hehehe :D

Tampak arsitekturnya memang minimalis modern, tapi ketika masuk ke dalam, nuansanya akan jauh berbeda dengan tampak arsitekturnya. Memang untuk arsitektur tidak kami ubah sepenuhnya. Kami lebih fokus kepada interior dalam kantor saja. Style yang kami ambil adalah chic modern. Yaa, hampir setipe dengan style modern Eropa. Dengan kombinasi warna biru dan coklat, kami tuangkan pada furniture dan wallpaper. Kemudian di finish dengan gaya rustic yaitu unfinished.

Interior DECORE memang belum sepenuhnya selesai. Kami masih mengerjakannya setahap demi setahap. Menunggu modal selanjutnya. Hihihi.. :p

Ehm. Point selanjutnya agak melenceng dari cerita awal. Saya hanya ingin sharing saja karena memang masih ada hubungannya dengan DECORE.
Sebenarnya ini impian terpendam saya. Saya hobi banget travelling. Dan saya pernah membayangkan kalau usaha kami ini bisa mengakomodasi hobi saya. Hehehe. Saya kepingin DECORE ini bisa dapat proyek sampai ke luar Surabaya, keluar Jawa Timur, bahkan sampai keluar pulau, keluar negeri kalau perlu! *Amiinn!*

Keinginan saya ini pernah saya lontarkan kepada teman-teman saya jauh sebelum kami menemukan nama DECORE. Dan itu hanya omongan sepintas lalu.

Tapi yaa, yang namanya Kuasa Tuhan itu Maha Besar. Jadi, omongan saya yang dulu itu kejadian beneran. Sekitar bulan Maret kami ke Kupang untuk mengerjakan sebuah proyek. Wuahh, itu saya senangnya bukan main. Senang dapat proyek dan senang bisa travelling ke tempat yang baru.

Memang baru satu proyek itu yang terjauh saat ini. Bisa jadi, selanjutnya dapat proyek di luar kota atau bahkan luar pulau lagi. Who knows? Allahualam..  :)

Well, mungkin itu dulu cerita dari saya tentang DECORE, kesibukan baru saya :)
Nanti saya cerita-cerita lagi tentang DECORE yaa..

See you as soon as possible, guys! :*

Tim DECORE: (ki-ka) Nabilla, Prita, Dila :)

FYI, Prita saat ini tengah mengandung 6 bulan. Sebentar lagi saya dan Nabilla akan menjadi tanteee :))
Yeayyy, DECORE tambah rameeeee~




17 Agustus 2011

kapan?





kapan ada Pasar Seni ITB lagi?
kapan kampus saya tercinta, ITS, bisa menyusul mengadakan acara yang serupa?
atau malah beda dari yang sudah ada?


kapan?



go ITS go!

25 November 2010

T.R.A.V.E.L.L.I.N.G


Beberapa hari yang lalu saya melihat obrolan di twitter dengan hashtag #WhyTravel.
Dari namanya saja sudah membuat saya tertarik. Travel, travelling. Dalam bahasan #WhyTravel ini adalah mengenai mengapa kita sangat menyukai travelling, mengapa sangat menyukai suatu perjaalan, apa alasan kita menyukainya, apa saja pengalaman yang paling mengena buat kita, and the bla bla.

Saya pingin ikutan menjawab #WhyTravel.
Awal pertama kalinya saya suka dengan travelling karena ayah saya. Ayah saya bekerja pada suatu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perkebunan. Mulai dari perkebunan teh, kopi, hingga coklat. Dan yang paling sering ayah saya ditempatkan adalah di perkebunan teh.
Itu mengapa saya sangat menyukai arsitektur kuno dan pegunungan. Perkebunan teh selalu berada di lereng pegunungan. Dan rata-rata rumah dinas yang kami tempati adalah rumah-rumah peninggalan jaman Belanda. Bisa dikatakan sejak saya lahir, saya sudah dikondisikan tinggal di pegunungan dan rumah kuno.

Oke balik lagi ke #WhyTravel. Perusahaan ayah saya selalu melakukan pemindahan pegawainya dari kebun satu ke kebun lain. Dan dari sanalah cikal bakal saya menyukai travelling. Dengan kondisi nomaden kami, menyebabkan saya harus belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, dengan rumah kuno baru (YAY!), dengan sekolah baru, dengan teman baru, dan dengan hal-hal baru lainnya. Awalnya saya tidak menyukai situasi seperti ini. Karena ketika saya sudah mempunyai banyak teman di satu tempat, tiba-tiba situasi saya dihadapkan bahwa saya harus berpindah rumah lagi. Disaat itu usia saya sangat mempengaruhi kelabilan jiwa saya. Saat itu saya masih duduk di bangku SD dan saya masih labil (wajar anak kecil).

Tetapi, lama kelamaan saya mulai terbiasa. Saya merasa justru dengan berpindah-pindah ini, melakukan perjalanan panjang ini, saya mempunyai banyak teman, mempunyai pengalaman hidup, mempunyai cerita dan kenangan di setiap kota yang saya tinggali. Dan sejak saat itu saya sangat menyukai travelling. Menyukai sebuah perjalanan menuju kota atau tempat yang sebelumnya asing bagi saya. Dan yang paling saya sukai adalah di setiap sensasi melakukan travelling. Saya sangat sangat sangat terlalu excited jika akan melakukan sebuah perjalanan keluar kota. Dan saya sangat menyukai kegiatan ber-packing ria. Selalu saya bayangkan apa yang akan terjadi di sana, apa yang akan saya bawa, apa yang akan saya kenakan. Semuanya rinci. Haha. Sampai kawan-kawan saya hafal dengan kebiasaan saya saat akan melakukan travelling. Teman-teman saya baru packing malam sebelum keberangkatan, tetapi saya sudah packing sehari atau dua hari sebelumnya. HAHAHA!

Entahlah. Saya suka dengan sensasi di saat melakukan travelling. Kepanikan-kepanikan kecil saat akan berangkat, pengalaman-pengalaman lucu di dalamnya, dan yang terpenting perasaan excited yang terus ada di kepala saya. Rasanya ingin berteriak dan tertawa bahagia. Hehe. Maafkan saya jika perasaan saya terlalu berlebihan.

Travelling terkadang identik dengan backpacker. Saya ingin sekali merasakan backpacker-an. Sebab selama ini yang saya rasakan, travelling saya bukanlah sebuah travelling ala backpacker. Masih berupa wujud wisatawan domestik. Walaupun dengan usaha pengeluaran se-minim mungkin. Hehe. Backpacker adalah para penikmat travelling yang irit. Bagaimana caranya agar tetap dapat melakukan travelling dengan pengeluaran se-minim mungkin. That was so cool! Dan backpacker identik dengan tas ransel gunung yang mampu menampung semua barang. Saya sering melihat bule-bule seperti itu. Sangat menyenangkan!

Saya masih bisa dikatakan bukan sebagai seorang travelling sejati. Atau backpacker handal. Belum seperti itu. Kota-kota yang baru saya datangi masih bisa dihitung tangan. Tetapi walaupun begitu, saya memang sangat cinta dengan travelling. Saya mempunyai kota-kota impian yang ingin saya datangi. Seperti Semarang (dengan arsitektur kuno khas mereka), Jogja
(lagi dan untuk kesekian kalinya), Solo (karena saya sempat membaca blog seorang teman yang
menceritakan kota lama Solo), Bangka Belitung (dengan pantainya yang jernih sekali!), dan banyak tempat lainnya!
Saya ingin mengelilingi Indonesia. Baru setelah itu saya menjajal backpacker ke luar negeri. Saya ingin berkeliling Eropa. Terutama ke London, Belanda, dan Paris. Waoww! Impian saya memang. Apa salahnya bermimpi seperti itu. Who knows tiba-tiba saya bisa berangkat ke sana. Amiinn.. :D

Oke, mungkin cukup sekian dulu sharing tentang cerita saya.
Thx for read. See u again at another story! :)

20 Mei 2009

how?

beberapa hari yang lalu di koran Jawa Pos tanggal..berapa ya.lupa.yah pokoknya itulah.
ada 1 kolom yang isinya tentang dunia blogger.*maaf saya juga tidak dapat mencantumkan artikelnya karna saya juga lupa edisi berapa*
termasuk ada si Raditya Dika kambing jantan dan beberapa blogger sukses.

di artikel itu diceritakan bagaimana cara menambah duit jajan*bahasa saya sendiri yang artinya sama dengan meraup uang* dari hanya membuat blogger.
wah.!saya tertarik.


**

setelah saya baca smpai ke edisi besoknya.
ternyata caranya hanya memperbanyak orang yang mengakses blog kita.
that's it.
jadi, semakin banyak semakin baik.
naah..muncullah si pengiklan2 yang akan menawari kita.karna blog kita menarik.dari situlah duit datang.


masalahnya..


bagaimana caranya supaya orang sering mengakses blog ini.
hmm..
jujur saya suka tulis menulis.tapi saya bukan orang yang aktif meng apdet blog.
saya juga mikir..apa yang membuat orang tertarik.?



**



saya suka berkunjung ke blog-blog teman saya.
ada yang begitu saya buka, isinya biasa saja.standar.langsung saya close.
tapi ada yang unik.*nah.!*
bisa dari cara penulisannya.bahasanya.apa yang dia tampilkan.apa yang menjadi point plus-nya.
itu yang masi saya cari.
saya ingin mempunyai ciri khas sendiri.
itu yang masi saya cari*sekali lagi*



tapi yang saya suka dan saya iya-kan..
di baris terakhir artikel tersebut, salah seorang pembicara mengatakan bahwa..*maaf lagi kalo salah dalam penyimpulannya.hehe*
"jangan membuat blog hanya untuk mendapat uang. buatlah blog karna suka. apdet terus blog anda. tulis apa saja yang ingin anda bagi."


yaa..intinya just be your self
*haduuh.slogan ini klise bgt.haha,dan gak nyambung.