Tampilkan postingan dengan label wishes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wishes. Tampilkan semua postingan

28 Desember 2014

"Jangan lupa prioritas, dek"


Ketika saya mendengar kabar itu, dada terasa sesak dan seketika terhenyak

Bulan ini, saya genap berumur 26 tahun. Tidak ada yang spesial di hari ulangtahun saya, kecuali beberapa keluarga yang tak lupa mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya dan tak lupa ibu dari mas partner saya yang ikut serta membuat saya menitikkan air mata di pagi hari :')
Terlepas dari itu semua, saya terlupa bahwa ayah saya sebentar lagi akan segera pensiun. Walaupun beliau masih energik sekali dalam melakukan apapun, tapi usia beliau sudah memasuki masa pensiun. Dan kabar pagi hari kemarin, di saat saya sedang sibuk-sibuknya dengan deadline tugas yang cukup menyita otak dan perhatian, seketika tersadar dan terhenyak bahwa saat itu akan tiba. Saat dimana ayah saya akan segera pensiun.

Saya yakin dan percaya kepada Allah SWT bahwa rejeki itu sudah diatur dan tidak akan tertukar. Insya Allah selama kita berusaha, berdoa dan tak lupa bersedekah, maka rejeki itu akan selalu ada. Seharusnya dengan keyakinan seperti itu saya tidak sepatutnya khawatir dan cemas. Lalu entah apa yang saya khawatirkan, saya pun tak tahu. Satu yang pasti, perasaan saya sesak rasanya, kalut, dan seketika blank seperti tidak tahu harus berbuat apa.

Apakah setiap anak yang mengalami hal seperti ini sama seperti perasaan yang saya alami? Apakah akan sekalut ini? Seharian saya tidak bisa berkonsentrasi (dan pada akhirnya saya paksakan untuk mengenyahkan kekalutan itu sebentar sembari saya bergerak cepat menyelesaikan tugas), malam harinya saya menangis seperti anak kecil yang tersesat. Terisak-isak tanpa suara dan tertidur hingga menimbulkan sisa mata yang bengkak di pagi hari.

Mungkin ini salah satu proses menjadi dewasa. Saya sebagai anak tertua dari 4 bersaudara, harus kuat, harus bisa berpikir dewasa dan bijaksana. Mungkin itulah yang membuat beban di pundak saya berat rasanya. Saya tidak merasa bahwa saya terbebani dan merasa terpaksa. Tidak sama sekali. Justru saya merasa bagaimana caranya agar semua orang yang di sekeliling saya bahagia dan tidak susah. Saya benci mengecewakan orang lain.

Sepupu baik saya mengatakan bahwa saat ini yang harus saya lakukan adalah fokus terhadap studi saya. Belajarlah untuk mengesampingkan masalah itu sementara dan fokuslah terhadap studi agar dapat segera lulus. Ya, amat besar harapan saya untuk bisa lulus tepat waktu. Saya menikmati proses kuliah ini, tapi saya juga bisa segera lulus tepat waktu agar tidak menjadi beban orang tua. Kejelekan sifat saya adalah pribadi yang gampang kepikiran, susah untuk mengesampingkan sejenak dan berkonsentrasi terhadap hal lain yang lebih penting. Masalah sedikit, bikin uring-uringan kepikiran. Gampang kok bikin saya stres. Tinggal bikin masalah dan voila! Saya akan kepikiran dan uring-uringan hingga masalah itu selesai dan timbul perasaan lega pada diri saya.

"Jangan lupa prioritas, dek"

Pesan itu yang akan menjadi pedoman saya hingga nanti saya dinyatakan lulus oleh kampus. Bahwa studi saya akan menjadi prioritas saat ini. Bukan lantas menghiraukan urusan lainnya, tapi saya harus keras pada diri saya sendiri. Saya harus tegas pada diri saya sendiri untuk tidak terlalu memikirkan hal lain selain menyelesaikan studi saya. Setelah lulus dan bekerja, tanggung jawab saya berpindah kepada kebahagiaan keluarga dan tak lupa kebahagiaan saya sendiri. Bismillah yang terpenting adalah ridho Allah dan ridho orangtua :)


Foto ini diambil di sekitar lingkungan kampus. Dan kalimat itulah yang paling pas menggambarkan keinginan saya :)

17 September 2014

A Letter for You

Aku bukan seorang ahli bahasa yang pandai berkata-kata
Aku juga bukan seorang penyair yang mahir merangkai sebuah puisi
Aku pun bukan seorang pujangga yang sanggup mengungkapkan begitu saja semua yang ada di dalam kepala
Bahkan untuk membuat tiga kalimat di atas saja aku harus berpikir cukup keras agar terdengar renyah di telinga

Seperti katamu, bukannya aku tidak bisa menjanjikan di kemudian hari yang tersisa hanya keindahan, tapi bukankah tidak ada yang tahu bagaimana rahasia Tuhan esok hari?
Aku hanya bisa berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik di masa depan nanti

Aku tahu kau paling benci saat marahku adalah diam, aku tidak berkata tapi hanya diam
Aku tahu kau paling benci saat kita bersama tetapi terkadang aku asyik sendiri depan gadgetku
Aku tahu kau paling benci saat aku menanyakan masalah pekerjaan di saat kita sedang bercengkrama
Aku tahu kau paling benci saat kita harus berpisah sementara waktu dan merelakanku melanjutkan studi di luar kota
Aku tahu kau paling benci saat perasaan rindu muncul tapi dipisahkan oleh jarak dan tidak bisa berbuat apa-apa selain menyibukkan diri agar tidak terlihat sedih olehku
Sungguh aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih, sabarlah, sabarlah hingga segalanya tuntas dan aku kembali kepadamu membawa kabar bahagia

Kau tahu aku bukan seorang yang pintar memasak, bahkan membuat mie instant untukmu saja terlalu lembek katamu. Jika aku boleh memilih, aku akan memilih membersihkan dan merapikan rumah saja ketimbang memasak
Kau juga tahu aku bukan seorang yang cerdas di atas rata-rata yang dapat menyelesaikan masalah secepat saat kau sedang makan
Kau pun tahu aku bukan seorang atletik yang hobi berolahraga sehingga harus kau paksa dan terus dimotivasi untuk terus hidup sehat dan rajin berolahraga

Wahai sayang, apakah kau tahu? Aku berusaha keras untuk menghapal dan membedakan mana itu sawi, bayam, dan kangkung. Belajar bagaimana memasak nasi yang punel. Mengerti bagaimana cara menggoreng tahu dan tempe. Meracik bumbu untuk membuat masakan sederhana. Membuat lidah lebih peka terhadap segala takaran masakan. Mengasah insting kapan waktunya meniriskan dan mematikan kompor. Aku berusaha tapi belum bisa dikatakan sebagai seorang ahli. Jauh, sangat jauh dan bahkan belum bisa meramu masakan yang berbumbu tajam. Tapi bukankah ini semua proses, ya kan?

Wahai sayang, apakah kau tahu? Aku berusaha untuk hidup sehat dan aku memang suka dengan hidup sehat. Tapi memang untuk berolahraga, malasku lebih besar daripada niatku. Dan kau pun menjadi salah satu motivatorku selain diriku sendiri di masa depan nanti. Aku ingin hidup sehat dan menjadi pribadi yang sehat. Yang akan menjadi panutan sebagai seorang ibu dan seorang istri yang baik dan sehat jasmani dan rohani.

Diriku senantiasa berdoa, memohon kepada Tuhan untuk memberikan kesehatan kepadamu. Kesehatan dalam beraktivitas, kesehatan dalam berpikir dan bertindak, dan kesehatan saat kau beribadah. Di sampingmu kelak sajadahku terbentang. Menjadi makmum yang baik dan berbakti kepada imamnya. Akan kusiapkan rumah yang aman dan nyaman saat kau berada di dalamnya hingga hatimu merasa tentram, bahu untuk kau bersandar jika kau lelah dan tangan yang mengusap-usap lembut punggungmu, sepasang telinga yang siap untuk mendengarkan cerita-cerita lucumu dan tentu saja keluh kesahmu, dan bibir untuk menenangkanmu dengan kalimat yang menentramkan dan mungkin aku bisa membuat cerita-cerita lucu yang terkadang tidak terlalu lucu. 

Wahai calon imamku,
Aku menunggumu untuk menyempurnakan agamaku. Menunggumu selagi aku menuntaskan studiku dan mempersiapkan diri menjadi istri yang baik untukmu kelak. Insya Allah :)



Bandung,
14 September 2014

8 Januari 2014

Dua Puluh Lima


Dua puluh lima..
Kalau boleh dibilang usia kepala 2 ini adalah masa-masa dimana kita belum cukup dikatakan terlalu dewasa, tapi juga terlalu bodoh untuk melakukan hal-hal yang kekanakan. Saat-saat sedang berada di tengah-tengah masa transisi. Transisi untuk menjadi lebih baik lagi atau malah menjadi lebih buruk.

Tak pernah terpikir bahwa di usia 25 ini saya mencapai salah satu keinginan terbesar yaitu melanjutkan kuliah S2. Sama sekali tidak pernah terbersit sedikit pun bahwa hal ini akan terjadi. Satu sisi saya bersyukur sekali karena keinginan saya terkabul, tapi di satu sisi lainnya, saya takut jika mengecewakan orangtua jika studi ini sia-sia. Sia-sia dengan perjuangan orang tua dan sia-sia dengan usia. Dan saya tidak mau itu terjadi.

Banyak planning yang pernah saya sharing dalam blog ini. Beberapa di antaranya tentang karir dan rumah tangga. Mengenai karir, sering saya ungkapkan keinginan untuk mengajar dan enterpreneur sekaligus. Dan untuk rumah tangga, ingin sekali selepas wisuda S2 (yang semoga dan harus lulus tepat waktu 2 tahun) untuk langsung berumah tangga. Ya Allahualam.. sekali lagi, semoga doa ini dikabulkan :)

***

Momen pertambahan usia tahun ini harus saya lewati jauh dari orang-orang terdekat. Sebagai anak rantau, rasanya sedih-sedih gimanaaa gitu, saat dimana seharusnya hari ulang tahun dikelilingi oleh orang-orang tercinta, tapi kenyataannya kondisi jauh di kota orang. Yaa namanya juga sedang studi demi masa depan. Tidak boleh ndempis (artinya: sedih mojok jongkok di pojokan kamar). Tak pantas.

Apapun kondisinya, harus diterima. Bersyukur karena masih diberi kesehatan, dilancarkan urusannya, rejekinya, dan dipastikan langkahnya. Ahh, kalau diajak flashback ke tahun-tahun lalu, rasanya jadi kangen. Beberapa tahun terakhir saya sering mendapat surprise saat ulangtahun. Pada dasarnya saya suka memberi dan diberi surprise. Momen surprise saya posting di sini dan sini.

Ada satu kejadian cukup epic. Saat saya dan teman-teman mencari warung untuk makan siang, tiba-tiba dua anak dalam rombongan menghilang. Feeling saya kok rada ndak enak gitu. Dan benar saja, ketika saya dan beberapa teman menunggu pesanan makanan, dua teman saya yang hilang tadi muncul sambil bawa kue semacam donat yang ditancepkan lilin kecil di atasnya. Lengkap dengan "piring" kertas. Haha! Bisa aja deh "surprise dadakannya" :))





 


Thank you very much for the little surprise, guys! :'D
Mamacih Lusi, Ratu, Mbak Wening, Mas Boni, Mas Oot, Mas Daniel

Esok harinya, kebetulan saya dan Dewi --teman "kembaran tanggal 3 Desember (lagi)"-- ingin mengadakan syukuran makan-makan. Kita berinisiatif untuk melakukan hal yang rutin dilakukan bersama teman satu kelas selama S2 ini, yaitu masak bareng dan makan-makan di kontrakan teman satu kelas kami --Ilham. Yang masak jelas Chef Dika --Mas Dika ini adalah teman S2 yang jago masak dan memang sempat jadi chef di sebuah hotel.

Semua menu kita percayakan sama Chef Dika. Apapun yang enak-enak. Kita cuman bantu urunan dan doa saja haha.. Lokasi kita pilih di kontrakan Ilham karena kontrakan tersebut memang menjadi favorit kami sekelas. Lokasi di dago hilir dekat sekali dengan Lawang Wangi (cafe dan galeri seni). Yang menyenangkan itu view balkon kontrakan. Langsung menghadap tebing dan kalau malam tiba, banyak kelap-kelip dari kota Bandung yang berada di bawah. Jangan tanya udara. Jelas dingin tapi menyenangkan :)

Dewi --Kembaran tanggal 3 Desember saya-- yang tidak memakai jilbab

Seharusnya makanannya difoto sebelum dihajar. Tapi cuaca hujan saat itu, sehingga kami menjadi sangat kelaparan karena udara dingin. Hehe.. Yang pasti semua makanan huwenak banget. Thx, Chef! :D


16 Februari 2013

Welcome to My Home

Di postingan yang lalu, saya sempat membahas rumah impian saya di sini. Mungkin sebagai review, sedikit saya bahas lagi. 

Ada dua tipe rumah yang saya sukai. Dua rumah ini berbeda satu sama lain. Yang pertama saya suka dengan rumah berasitektur Belanda dengan teras yang luas dan lantai tekel dengan corak yang khas. Yang kedua, saya suka dengan rumah modern gaya urban. Dengan permainan material alam dan material unfinished (rustic).

Beberapa minggu yang lalu, saya menemukan di salah satu web desain, sebuah rumah dengan tipe yang saya suka. Sebuah rumah yang hampir semua materialnya unfinished. Istilah desain saat ini adalah rumah dengan gaya industrial. Identik dengan expose material, apa adanya. Menurut saya, itu sangat menunjukkan karakter dari si pemilik rumah. Sangat personal sekali.

Kalo kata temen saya, semakin nampak gudang, pasti saya semakin suka. Hahaha :))
Entah terdengar seperti sindiran atau pujian, yaa tapi saya memang suka dengan rumah ini :D






Dengan bukaan yang banyak dan berukuran besar-besar, sirkulasi di rumah sudah sangat baik sekali. Dengan bukaan yang besar, rumah ini mendapat asupan sinar matahari berlimpah-limpah, sehingga penggunaan lampu dan pendingin hanya jika diperlukan saja. Rumah down to earth sekali :)

Expose material bisa ditemukan hampir di setiap sisi rumah ini. Dinding yang menggunakan bata beton, begitu pula dengan plafon dan lantainya. Material yang digunakan tidak terlalu banyak macamnya. Hanya beton, besi, kayu dan kaca.

 




 Penggunaan material warna netral seperti abu-abu, hitam dan coklat ini membuat saya sebagai pemilik rumah (ngehayal ini ceritanya haha :p) akan menambahkan warna-warna kontras seperti warna merah, kuning, tosca. Unsur warna hijau --seperti tanaman-- juga dimasukkan supaya lebih segar dan hidup. Permainan frame-frame foto yang dipasang acak di salah satu dinding juga bisa menjadi point interest. Hmmm.. terdengar menyenangkan :)



 

Yep, ini rumah impian saya. Bagaimana dengan rumah impian kamu? :D

3 Januari 2013

Flashback

Flashback melihat apa yang sudah saya lakukan setahun belakangan ini sepertinya menyenangkan. Mengingat cukup banyak tempat yang bisa saya kunjungi tahun ini. Ada sih resolusi tahun lalu yang saya buat di sini. Ya Alhamdulillah beberapa ada yang sudah terlaksana.Tapi ada juga yang belum beruntung.

Awal tahun 2012 lalu saya disibukkan dengan usaha yang baru saya rintis bersama teman seperkuliahan saya, Prita dan Nabilla. Usaha dibidang interior developer yang kami beri nama DECORE. Tak terasa tepat 13 Januari nanti, DECORE berumur 1 tahun :')

Karena usaha ini kami mulai dari nol, jadi kami benar-benar jatuh bangun untuk membesarkan nama DECORE. Seperti anak yang baru lahir, usaha ini kami rawat, kami besarkan dengan kasih sayang, hingga tak terasa sudah hampir setahun usianya. 

Dan karena kesibukan itu, alhasil saya baru bisa meng-update blog kesayangan ini di pertengahan tahun 2012. Selama beberapa bulan yang cukup sibuk tersebut, saya juga "cuti" dari travelling. Hingga akhirnya pada bulan Mei, di saat teman sekantor saya -Prita- sedang sibuk-sibuknya mengadakan syukuran kehamilannya, saya dan partner in crime saya -Nabilla- mencetuskan ide spontan untuk berangkat ke Semarang. Bukan masalah kerjaan, tapi travelling. Kebetulan kawan senasib seperjuangan kami -Dede- datang ke Surabaya dengan pacarnya si Gusmang. Tak lupa partner saya yang lain -Dika- kami ajak serta.

Poin resolusi saya untuk berangkat ke Semarang terlaksana sudah. Selama 4 hari kami putar-putar Semarang. Perasaan saya? Wahh luar biasa senangs sekali! Kota impian saya nih. Dan lagi-lagi (tak bosan-bosannya) saya berjanji bakalan akan segera memposting tulisan Semarang. As soon as possible :p

Di bulan Juni saya dan sekeluarga berangkat ke Jogja. Sebenarnya dalam rangka menemani adik bungsu saya melihat ISI. Saat itu dia terobsesi untuk pindah kuliah ke ISI. Tapi rupanya di kemudian hari, ia memutuskan untuk tetap melanjutkan kuliahnya di Despro ITS hingga selesai. 

Di Jogja ini kami manfaatkan untuk rekreasi sekeluarga. Mumpung bisa pergi bareng-bareng. Sebenarnya minus adik saya yang cowok sih. Dia kebetulan ada acara jadi ndak bisa ikutan. Saya sebagai planner travelling berpengalaman tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya searching lokasi-lokasi wisata mulai dari kuliner, kesenian, museum sampai dengan belanja oleh-oleh, saya planning sedemikian rupa dan seefisian mungkin *tsahhhh
Jadilah banyak tempat baru yang kami kunjungi. Sehingga tidak berkutat di Malioboro saja, yaa walaupun hari terakhir kami kesana untuk beli oleh-oleh hehehe.. :p

Awal September berangkat lagi untuk travelling. Lokasi kali itu adalah Bali (lagi). Awalnya saya ndak mau ikutan. Saya kepengen ke kota lain. Biar semuanya kebagian gitu lo maksudnya. Tapi rupanya saya gampang terhasut bujuk rayu teman-teman saya. Hahaha -___-
Di Bali kami diterima dengan sangat baik oleh Dika sebagai tuan rumah. Lumayan banyak tempat-tempat baru yang kami datangi. Hingga tak terasa kurang lebih 5 hari kami berada di Bali.

Tiga hari setelah kepulangan dari Bali, saya berangkat lagi ke Jakarta. Kali ini dalam rangka urusan pekerjaan. Saya dan Nabilla hanya 2 hari di Jakarta. Hari terakhir di Jakarta, kami sempat-sempatkan untuk mengunjungi Kota Tua yang tersohor itu walaupun tidak bisa berlama-lama. 

Pada bulan November, secara tidak sengaja saya melihat profile picture salah seorang teman saya. Fotonya adalah poster sebuah acara yang memperingati Hari Pahlawan 10 November yang akan datang. Di poster itu memberitahu bahwa panitia acara membutuhkan volunteer untuk acara tersebut. Ketika saya tanya lebih detail kepada teman saya, rupanya volunteer ini dibutuhkan untuk menjadi guide bagi siswa-siswa sekolah di Surabaya untuk mengenalkan sejarah-sejarah di beberapa lokasi. Dan lokasi yang terpilih adalah gedung-gedung tua. Wahh, tanpa pikir panjang, saya langsung mendaftarkan diri. Kesempatan emas untuk bisa memasuki gedung-gedung tua tersebut sekaligus mengetahui sejarah-sejarahnya. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui! :D

Dari acara tersebut, saya bisa kenal dengan banyak orang baru, komunitas baru seperti Surabaya Juang dan RoodenBurg Surabaya. Dan yang paling utama adalah saya bisa tau sejarah gedung-gedung tua di Surabaya. Saya bakalan memosting cerita tentang acara ini. Walaupun sudah lewat dari acara, tapi tidak ada kata terlambat untuk mengulasnya lagi :)

Dan akhirnya tiba di penghujung tahun, bulan Desember :)
Surprise kecil dari sahabat-sahabat saya ketika ulang tahun saya yang ke 24. Sungguh penutup tahun yang manis. Semoga tahun 2013 ini, resolusi saya yang lain bisa terkabul. Target saya selain karir adalah bisa melanjutkan sekolah lagi. Mohon doanya, teman-teman :)
Dan target lainnya adalah poin nomor 7 yang saya tulis di resolusi tahun 2012 yang lalu :")

Bismillah!
Semoga 3 poin tersebut dan resolusi lainnya bisa tercapai tahun ini. Aminnnnn.... :)

31 Desember 2012

Happy Super Birthday, Dear Tyzha!



Why i called "Super"? Itu karena di usia 24 tahunmu sekarang sudah memasuki tahap super kehidupan. Sudah ndak sendiri, sudah harus ngeladenin suami, sudah ndak bisa se-pecicilan kayak jaman kuliah (yes i know, even you got married, you still pecicilan, lebih pecicilan dan ngalem lebih tepatnya hahahah).

Tyz, anggep aja postingan ini adalah kado buat kamu ya heuheuheu. Secara situ sekarang sudah ikut suami ke Tuban. Jadi saya ndak bisa ngasih kado langsung ke kamu (alesan :p ).
Jarang-jarang nih nulis tentang profil temen di blog sayah. Lucky you, Tyz! =3

***

Tyzha adalah kawan saya sejak bangku kuliah. Sejak kami masih maba (mahasiswa baru). Batin saya pertama kali saat melihat anak ini adalah "ini anak kurus banget sih". Dan memang sampai sekarang pun setelah menikah, badannya tetap segitu-segitu aja -___-

Selera musik kami sama. Suka dengan musik-musik indie. Saya sering banget main, numpang nginep, ngerjain tugas, sampai leyeh-leyeh di kost-nya. Suka pergi ke pameran-pameran seni. Suka mbolang bareng. Intinya, anak ini adalah salah satu partner in crime terbaik saya. Hehehe.



Bukan berarti dengan banyak kesamaan dan kesukaan, kami tidak punya masalah. Yap, kami sempat tidak enakan. Dan itu karena masalah yang "sebenarnya" amat sangat tidak penting. Tapi "masalah" itu Alhamdulillah bisa diatasi. Selesai perkara.

Menurut saya, Tyzha adalah sesosok sahabat yang baik. Dia adalah salah satu penasihat terbaik saya. Walaupun nasihat dan omongannya banyak yang nancep, tapi justru itulah yang saya suka. Rasanya seperti di tampar dari depan, belakang, samping kanan, samping kiri, atas dan bawah. Jleb! Sempurna!
And i don't mind as long as good for me :*

Saya inget banget waktu si Tyzha sama Mas Essa (her husband) lagi pedekate. Saya salah satu "korban" yang terlibat di dalamnya. Hahaha :p

Mulai pertama kali nge-date terselubung (yang saya ndak tau kalo ternyata mereka lagi kasmaran) yang lokasinya di Stadion Gelora 10 Nopember atau yang lebih dikenal dengan Stadion Tambaksari. Saat itu sedang ada event konser dari LA Lights Indiefest dan kami (saya lebih tepatnya) pengen banget ngeliyat Maliq & d'Essentials perform.

Dan mungkin jodoh kali ya mereka, awalnya saya dan Tyzha itu berniat mengunjungi sebuah pameran lukisan di Balai Pemuda. Tetapi, ternyata pamerannya sudah buyar. Jadilah kami luntang-luntung dan tiba-tiba tercetuslah ide ke Stadion Tambaksari. Saat itu, artis yang akan perform adalah Maliq & d'Essentials. Tapi kami keder duluan melihat Slank bakalan tampil dan para Slankers yang cadas-cadas.

Tapi rupanya, si Tyzha ini sebelumnya sudah diajak lebih dulu sama si Mas Essa. Kebetulan saat itu Mas Essa menemani temannya dari Solo -Aar- untuk melihat band Gigi. Saat itu saya (masih tidak peka dengan situasi) melihat sebuah peluang. Sebuah peluang untuk melihat Maliq & d'Essentials ditemani mereka. Setidaknya it will be saved with them.

Dan benar saja, saya baru ngeh setelah di Tambaksari. Ternyata mereka sedang kasmaran. Setelah peristiwa Tambaksari itu, saya selalu ikut dalam cerita mereka. Mulai dari surprise kado ulangtahun, sampai dengan berperan sebagai "sarana penyalur" barang jika salah satu dari mereka ngambek-ngambekan. Hahaha.

Jadi ceritanya, di suatu siang saya dan Tyzha janjian ketemu di sebuah kafe. Tiba-tiba Mas Essa sms dan cerita kalau mereka sedang ndak enakan. Tyzha adalah tipikal cewek yang kalo sudah marahan, telepon gak bakalan di angkat. Hahaha. Saya sudah bisa membayangkan, nanti kalo mereka punya anak, si anak kayaknya bakalan takut sama emaknya daripada bapaknya. Ahahahahha! :)))

Oke, jadi setelah Mas Essa curhat singkat, minta tolonglah dia untuk membelikan bunga untuk Tyzha. Awalnya si Mas Essa minta dibelikan bunga matahari karena Tyzha suka dengan bunga tersebut. Ketika saya ke toko bunga, bunga matahari yang dijual itu segede gaban semua. Tinggi menjulang lengkap dengan potnya. "Gila aja, gue naek motor gimana ngangkatnya", batin saya. Akhirnya bunga matahari batal dan diganti dengan mawar merah sejumlah 19 (saya lupa artinya apa), dan minta dibungkus yang cantik.

Saya inget banget tuh, sewaktu bunga sedang dibungkus di sebuah toko, hujan di luar deras banget. Hujan angin dan mati lampu. Ciamik wes. Saya ini sungguh kurir bunga yang loyalitasnya tinggi. Kalo bukan sahabat sendiri, udah saya tinggal deh (ahahaha, becanda tiizz, ikhlas kok nunggunya waktu itu :D ). 

Dan sewaktu saya sudah sampai di TKP, saya ditengokin banyak orang. Dikira saya mau nemuin pacar kali ya. Bawa-bawa bunga mawar banyak gitu. Tapi ngasihnya ke cewek. Toeot -___-
Yap, bisa disebut saya ini saksi hidup mereka deh. Hahaha. Ehh ndak taunya sekarang sudah jadi suami istri. Wuwuwuwuwu so sweet dehh.. =3

suatu siang saat vakansi bersama di kawasan Ampel

Akad nikah :')

Dear Tyzha,
Selamat menempuh kehidupan baru ya Sayangs :*
Selamat ulangtahun juga.. Keinginan tercapai semua yaa di tahun 2012. Alhamdulillah.. Mulai dari lulus jadi sarjana sampai status istri. Acikiwiiirrrr~

Semoga segera dapat momongan. Semoga keturutan punya 5 anak. Berapapun itu, semoga jadi anak yang sholeh dan sholehah.Semoga usaha craftnya juga makin sukses dan makin terkenal. Semoga jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrohmah. Amiinn... :)

Happy Super Birthday yaahh Tizaahhhh! :D :D :D



Nb:
*Jangan lupa sahabatnya ini didoain biar cepet nyusul #eaaa

14 Desember 2012

Happy 24th Birthday!


Happy 24th Birthday! :)
Yap, usia sudah memasuki ke-24. Harapan dan doa tentu banyak-banyak saya ucapkan. Begitu pula doa-doa dari keluarga, teman, sahabat, semuanyaa.. :)

Alhamdulillah sampai di usia 24 tahun ini, saya masih diberikan kesehatan, rezeki, pekerjaan yang saya cintai, teman dan sahabat yang saya sayangi, dan keluarga yang selalu mensupport saya.

Wishlist saya masih sama seperti di saat ulangtahun yang ke 23. Bedanya cuman di item nomer 11 "Bisa segera beli hengpon blekberi" itu sudah terkabul. Hehehe. Wishlistnya bisa ditengok di sini.
Tapi urutan doa yang paling pertama saya ucapin adalah ini dan ini. Monggo di klik kalau mau baca. Saya agak malu buat ngebahasnya lagi hahaha :"p #halah

Anyway, saya mau cerita surprise saya kemarin aja yak. Lebih seru sepertinya daripada saya bermellow-mellow menuliskan sepatah dua patah kata mutiara. Hahaha.

***

Tanggal 3 Desember kemarin adalah hari Senin dan itu adalah Hectic Day. Sama seperti hari senin-senin pada umumnya, hari senin adalah hari tersibuk setelah libur di hari Minggu. Dan saya sangat memaklumi apabila tidak adanya surprise dari teman-teman saya *aslinya ngarep banget :p

Tepat pukul 00.00 WIB, saya sudah tertidur pulas, Senin pagi hari saya sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja. Ucapan dan doa dari keluarga saya Amin-i sepenuh hati. Aktivitas berjalan seperti biasanya. Sampai di kantor, ngidupin komputer, dan langsung tenggelam dalam pekerjaan. Posisi saat itu, saya sendirian di kantor. 2 rekan saya belum datang sampai pukul 11 siang.

Jam setengah dua belas,si Billa datang, mengucapkan selamat ulang tahun, cipika cipiki sebentar dan kemudian lanjut kerja. Di susul dengan Prita yang datang tak lama setelah itu.

Saya saat itu "kebetulan" sedang suntuk. Kerjaan yang saya pegang gak beres. Softwarenya ngadet. Dan jadilah hari itu sebagai hari uring-uringan saya. Cakep.

Selama mengerjakan, pikirannya saya udah kemana-mana. Mbatin kira-kira saya bakal dapet surprise gak ya hari ini. Ahh, paling juga enggak. Secara nanti malem, saya dan si Billa bakalan ngedekor pameran yang kami ikuti keesokan harinya. Yaaa, seperti itulah kira-kira pergolakan batin saya. Hehehe :p

Sekitar jam 3 sore, si Billa pamit ada urusan ke kantor Pupuk Kaltim. Yaa palingan urusan sama uminya, begitu batin saya. Sepeninggal Billa, saya masi berkutat dengan si software yang ngambek. Prita riwueh sendiri dengan kerjaannya.

Tiba-tiba, pintu terbuka dan satu persatu masuk ke kantor. Bila, Bowie, Dek Dimas, Mas Romi. Dan seperti biasa, Billa yang paling lantang menyanyikan lagu Happy Birthday To You. Dan saya? Saya saat itu cuman bisa melongo, nyengir, ketawa-ketawa antara senang, surprise dan gak jelas. Haha.

Properti kacamatanya gak nguatin deh bentuk-bentuknya haha :))
 


make a wish

Wahh, perasaan saya saat itu seneng banget. Enggak nyangka dan enggak ada feeling sama sekali. Ahh, hari itu adalah hari yang paling bahagia deh. Mamacih semuanyaahh :")

Kata Billa, si Dika mau "ikutan hadir" via skype. Posisi dia lagi ada di Bali. Tapi rupanya dia dihubungin enggak bisa-bisa. Ahh, jadi gak jadi, tapi mamacih niatnya Dikaaaaa :') *terharu*

DECORE's Team


LOL :)))
 
Banyak tingkah! :))
Ini maksudnya saya yang dikagetin, tapi yang njerit si Billa sama Prita ahaha! :))
 

Dedek Nagaaaa :3

Mamacih yaa semuanyaaa.. Yang ngasi surprise, yang ngedoain, yang ngucapin, yang baca blog jugak. Mamacihh semuanyaahhhh :*

19 Oktober 2012

Tentang Sebuah Mimpi

Saya terinspirasi untuk menulis impian saya bersama pasangan kelak setelah membaca tulisannya Journal Kichan. Sebelumnya semuanya hanya ada dalam otak dan rasanya ada perasaan malu jika disharingkan di sini. 

Tapi kata salah satu teman saya, justru ketika menuliskan di blog dan dibaca orang banyak, pasti akan ada beberapa yang meng-Amin-i. Semakin cepat terkabul, bukan. Hmm.. iya juga sih. Yaa, setidaknya akan banyak yang ikut meng-Amin-i :)

***

Saya adalah seseorang yang addict dengan travelling. Menurut saya, romantis adalah punya pasangan yang sama-sama hobi travelling. Hehehe :p

Saya bermimpi saya dan pasangan akan berpetualang mendaki gunung. Setidaknya ortu akan tenang karena bepergian dengan suami hahaha. Kami berkemah dan bermalam di Ranu Kumbolo. Dan menikmati indahnya matahari pagi Ranu Kumbolo sambil menyesap coklat hangat. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Mahameru, Puncak dari Semeru. Bersusah-susah bersama, mendaki bersama. Dan saya pasti akan menangis terharu ketika sudah sampai di puncak. Bergidik merinding melihat keindahan alam yang Tuhan ciptakan. Berucap syukur dan berdecak kagum dengan suami. Indahnyaa :)

Saya lebih senang bepergian ala backpacker. Saya ingin menamatkan seluruh pelosok di negeri ini. Mulai dari Aceh dengan Tugu Nol Kilometer di Sabang hingga Raja Ampat di Papua yang sangat indah sekali. Menaiki kereta api, melihat hamparan sawah sambil bersandar di pundak suami. Nyasar bersama saat mengendarai sepeda motor berkeliling di Bali. Jalan kaki bergandengan tangan menikmati pantai di Bangka Belitung. Menemukan semua keindahan yang Tuhan ciptakan bersama pasangan.

Saya juga bermimpi, di suatu hari minggu yang senggang, saya dan pasangan akan berkeliling-keliling kota mengendarai vespa. Berkeliling di kota tua. Menikmati keindahan arsitektur kuno dan mengabadikan setiap bangunannya.

***

Rumah impian saya ada dua jenis tipe yang berbeda. Saya menyukai rumah dengan arsitektur kuno yang mempunyai teras yang luas. Mungkin karena saat kecil keluarga saya tinggal di rumah-rumah dinas dengan arsitektur khas Belanda. Kuno sekali. 

Di halaman tersebut, akan saya tanam dengan berbagai macam pepohonan buah-buahan dan bunga-bunga. Pada saat musim panen kelak, buah dapat dipetik langsung. Fresh from the trees :D
Di halaman tersebut, akan saya letakkan beberapa kursi untuk bersantai di sore hari. Bersama anak-anak bermain di halaman sambil menunggu suami pulang. Dan ketika teman-teman datang, kami dapat melakukan pesta kebun bersama. Hmm.. menyenangkan :)

Tipikal rumah satunya agak kontras dengan rumah sebelumnya. Saya suka dengan rumah modern gaya urban yang menggunakan material alam dan unfinished. Seperti penggunaan material semen dan kayu yang kemudian difinish seperti tampak usang/unfinished. Saya menyebutnya "Rumah Down To Earth".

Rumah urban yang tidak terlalu besar namun memiliki halaman yang cukup luas. Ya, saya suka dengan halaman yang luas dengan pepohonan yang rindang. Akan saya desain rumah urban ini dengan warna-warna yang menyenangkan. Warna-warna netral seperti abu-abu, hitam dan putih yang dipadu dengan warna kontras seperti magenta, kuning, dan tosca. Sofa empuk berwarna terang di ruang keluarga, meja makan unfinished dengan latar belakang dinding berwarna hitam yang kontras dengan lemari pantry yang berwarna coklat. Dinding teras yang unik dengan ilustrasi siluet lampu teras ala London.

Di salah satu sudut rumah terdapat sebuah perpustakaan yang tidak terlalu besar dan ruang kerja yang nyaman untuk saya dengan suami. Ruang kerja yang langsung menghadap teras dengan dinding kaca yang cukup besar. Ketika suntuk, kami dapat merefresh pikiran dengan melihat warna-warna hijau dari rumput dan pepohonan. Ademm...

Rasanya ketika pulang kerja atau travelling dan menemukan rumah yang senyaman itu akan sangat menyenangkan sekali.. Baiti Jannati.. :)

Dear Suamiku di Masa Depan, 
Semoga kita dipertemukan dengan cara yang indah oleh Tuhan. Ini mimpi-mimpiku. Aku tau pasti mimpi-mimpimu lebih banyak lagi. Kita gabung dan kita satukan hingga menjadi sebuah mimpi yang indah.

Dalam tiap doaku, aku selalu mendoakanmu. Dan tak lupa mendoakan diriku sendiri. Sebuah doa agar suatu saat ketika kita dipertemukan, kita telah berhasil memantaskan diri: aku pantas untukmu dan kamu pantas untukku. 

Dear Suamiku di Masa Depan,
Aku selalu berusaha bersabar. Mengira-ngira kapan kita akan dipertemukan. Aku percaya bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan. Dan kamu yang saat ini berada di luar sana, juga percaya suatu saat kita akan dipertemukan. Saat ini, kita hanya bisa berusaha mewujudkan impian kita masing-masing hingga tiba saatnya kita dipertemukan sembari selalu berdoa.

Nanti, ketika tiba waktunya kita dipertemukan, kita telah siap dan pantas untuk menerima satu sama lain.
Insya Allah :)

Selamat malam suamiku di masa depan :)

Tertanda,                     
Istrimu di Masa Depan

2 Januari 2012

Hello 2012!

Hello 2012!
Saya jarang nulis resolusi dengan nawaitu yang kuat. Biasanya yaa awal-awalnya doang yang sregep. Terakhir-terakhirnya makin kendor. Haha nahas. Nah, sekarang saya kepengen nulis resolusi dengan niat *telat*

Flashback sebentar ke tahun 2011 kemarin. Pelan-pelan target saya sudah bisa terpenuhi. Lulus kuliah tepat waktu, (Alhamdulillah) sudah bisa berpenghasilan sendiri walaupun belum banyak-banyak. Kesampaian punya blekberi (haha). Dan masih banyak lagi..

Jadi, mungkin saya lebih senang menyebutnya target ya. Bukan resolusi. Padahal yaa beda-beda tipis artinya. Hehehe..

Dan untuk tahun 2012 ini, well, saya sudah punya resolusi, atau target lebih tepatnya. Semoga kekuatan untuk mewujudkannya awet sampai terlaksana. Amiinn.. :)

1. Bisa pintar menjahit
Saya kepengen pintar menjahit. Yaa, masak cewek gak bisa njait yaa. Kok ya nemen gitu loo.. Hehehe :p
Saya pengen banget bisa bikin embroidery. Kepengen bikin yang banyak dengan desain yang lucu-lucu, aneh-aneh. Hehehe..






2. Beli MacBook
Laptop saya yang lama sudah mati suri bolak-balik. Mati-hidup-mati-hidup. Hidup Segan Mati Tak Mau. Huhuhu..

3. Bisa lancar nyetir mobil
Ehehehe.. dulu saya sempet belajar nyetir. Waktu masih jadi mahasiswa baru. Yaa, saya lupa kronologisnya kenapa ya. Tiba-tiba aja udah mutung gitu. Gak ngambil SIM A pula. Dan sudah tidak pernah memegang setir lagi. Jadi menguap sudah ilmunya.

4. Berangkat ke Pare-Kediri buat mondok belajar Bahasa Inggris
Nah, yang ini saya sudah kepengen dari jaman bahula. Cuman belum keturutan sampe sekarang. Bahasa Inggris saya yang pas-pasan ini yang mendorong niat saya untuk bisa jago keminggris. Hehehe.

5. Bisa melanjutkan S2 (dalam negeri=ITB atau luar negeri=universitas di Eropa)
Ehm. Ini juga niat mulia saya tahun ini (atau tahun depan? #eh). Saya pengen melanjutkan sekolah lagi. Pengennya ya di luar. Tapi kalo ndak bisa yaa di ITB juga oke. Dimana aja deh. Semoga dapat tempat yang terbaik buat saya. Cuman saya memang harus mulai mikir judul tesis ini. Buat ngajuin proposal S2. Hmm.. Wish me luck, guys! :*

6. DECORE semakin berhasil dan sukses
Usaha saya sama teman-teman saya (Nabilla dan Prita) ini, Alhamdulillah sudah jalan 5 bulan. Baru seumur jagung emang. Tapi Alhamdulillah (lagi) so far kita asik-asik aja. Ya proyeknya, ya anggotanya, ya hasilnya. Hehehe. Semoga kami bisa semakin sukses, solid, banyak pemasukan (hehe), dan banyak proyek tentunya. Amiiinnnnn!
Oh iya, mohon doanya yaa.. kami bakalan pindah ke kantor baru. Semoga lancar semuanya. Amiinnn! :*

7. Punya pasangan (hehehe :"p)
Ehm. Ini kayaknya gak perlu dijelasinlah yaa. Hehehe.

8. Mbolang ke Semarang!
Wuahh, ini cita-cita saya ini! Belum kunjung kesampaian. Semoga tahun 2012 ini bisa kesampaian ya! AMIIINNN! XD


*source from Travelounge-Februari 2011

9. Punya iphone
Hehe.. sebenernya kepengen punya aplikasi instagram doang sih. Hihihi. Suka banget sih sama aplikasi itu. Semoga bisa punya satu deh. Amiinn!

10. Have my own workspace
Saya pengen punya satu ruang privat untuk saya sendiri. Saya pengen mendekor ruangan ini yang "saya banget". Ruangan yang nyaman, bikin betah, dan nyenengin :D








11. To Be Continued
Yoi! target lainnya menyusul. Untuk sementara ini dulu yang ada di pikiran saya saat ini. Hehehe..


Semoga bisa tercapai yaa. Syukur-syukur bisa terkabul semua. Sekali lagi Amiiinnn.. Amiinnn ya Rabb! Oke, mungkin itu dulu. Kalau ada perkembangan pasti bakalan saya tulis. Oke dehh, see you guys! :D

3 Desember 2011

23!



happy birthday to me! #eh
foto diambil pada saat surprise ulang tahun temen saya, Dede, di Bali


List make a wish
(sengaja saya bocorin biar semakin banyak orang yang tau, biar semakin banyak yang baca dan meng-Amin-i, dan semakin cepat terkabulnya. Hehehehe :p )

1. Lebih dewasa
2. Lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dan tindakan
3. Panjang umur, Sehat lahir dan batin
4. Banyak rezeki
5. Dapet jodoh yang terbaik dunia akhirat :"p
6. Dilancarkan urusan dunia dan akhirat
7. Banyak dapet proyek di DECORE (our new office with my friends, Nabilla and Prita), lancar segala urusannya, amanah dengan proyek-proyeknya, banyak rezekinya, dan sukses!
8. Bisa sekolah lagi (S2) di dalam atau di luar negeri
9. Bisa jadi dosen
10. Bisa travelling kemana-mana
11. Dan bisa segera beli hengpon blekberi! hahahhah :)))

Hahahaha udah ah. Ini kalau diterusin gak bakalan kelar-kelar. Untuk sementara list make a wish saya itu dulu aja deh. Ehehehehhe :D


Welcome to the 23's club!